Muda, Kreatif, Inovatif: Semangat Baru di Grand Final TrackAML Hackhaton 2.0

Jakarta - Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar bagi dinamika perekonomian global. Salah satunya, transaksi keuangan menjadi semakin cepat, praktis, dan tanpa batas. Namun, di sisi lain kemajuan teknologi juga diikuti oleh meningkatnya kompleksitas tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kecanggihan teknologi seperti artificial intelligence, big data, dan blockchain sebenarnya menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi ini dapat dimanfaatkan aparat dan lembaga pengawas untuk memperkuat sistem deteksi dini, analisis pola transaksi mencurigakan, serta meningkatkan transparansi. Namun di sisi lain, pelaku kejahatan pun menggunakan celah teknologi untuk memperumit penelusuran aliran dana ilegal.

Menyikapi hal tersebut Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam rangkaian Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (Gernas APU PPT dan PPSPM) menyelenggarakan Grand Final Track Anti Money Laundering (AML) Hackhaton 2.0, Rabu (20/8). Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung PPATK, Jakarta ini dihadiri oleh para finalis kompetisi dari dalam dan luar negeri.

Kepala Pusat Teknologi Informasi PPATK, Ahmad Sukroni dalam sambutannya mengatakan bahwa acara TrackAML Hackhaton 2.0 tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai sebuah ajang inovasi digital yang bertujuan untuk mendorong transformasi digital berbasis data-driven decision making. “Integrasi antara kekuatan teknologi dan kemampuan analisis manusia akan memperkuat upaya memutus aliran dana kejahatan, baik yang dilakukan secara konvensional maupun melalui platform digital,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia memaparkan pada kompetisi ini para developer, data scientist, engineer, dan innovator diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret bagi tantangan nyata. “Kita berharap solusi dan prototipe yang dihasilkan dalam ajang ini tidak berhenti sebagai ide di atas kertas saja, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi bagian dari sistem yang nyata, yang mampu digunakan dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Dalam kesempatan yang sama Staf Ahli Bidang Teknologi Kementerian Komunikasi dan Digital, Hadiyana mengatakan bahwa saat ini Indonesia telah memasuki era digitalisasi “pada tahun 2024 tercatat data pengguna internet di Indonesia sebanyak 221 juta “ Ungkapnya.

Ia menjelaskan data tersebut menunjukan bahwa Indonesia kini berada di barisan terdepan negara dengan basis masyarakat digital terbesar di dunia. Angka ini tidak hanya mencerminkan masifnya transformasi digital, namun membuka peluang serta tantangan bagi Indonesia.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana saat memberikan Closing Remark mengatakan,  hari ini bukan sekadar penutupan sebuah kompetisi, melainkan penegasan bahwa perjuangan melawan APU PPT membutuhkan inovasi, teknologi, dan kolaborasi nyata seluruh pihak. “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan kepada para pemenang saya ucapkan selamat,” ucapnya.

Rangkaian Kegiatan Track AML Hackhaton 2.0 telah dimulai sejak Maret 2025 dengan peserta yang berasal dari Badan Pusat Statistik, Badan Siber dan Sandi Negara, Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Politeknik Statistika STIS, AML Training & Advisory, Pamulang University, UPN "Veteran" Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung dan perwakilan dari AML Training & Advisory Malaysia

Pada kompetisi ini, peserta telah melalui beberapa tahapan seleksi dengan penilaian dari para pakar antara lain Kepala Pusat Mikroelektronika STEI Institut Teknologi Bandung, Ir. Budi Rahardjo, M.Sc.,Ph.D; Professor of Data Science Monash University, Prof Taufiq Asyhari, Ph.D; Pakar Teknologi Informasi  Institut Teknologi Tangerang Selatan, Ir. Onno W Purbo, M.Eng., Ph.D.; Managing Director at Investigations, Diligence & Compliance Kroll Indonesia, Deni R.Tama CAMS, CFE; Direktur Analisis dan Pemeriksaan PPATK Beren Rukur Ginting, SE, MH; serta Ketua Tim Pengembangan dan Pemeliharaan Aplikasi Sistem PPATK, Arief Kurniawan M.T.

Berkat dukungan dari ASBANDA, BPD, Bank Aceh, Bank Sumatera Utara, Bank BRK Syariah, Bank Nagari, Bank Jambi, Bank Bengkulu, Bank Sumsel Babel, Bank Lampung, Bank BJB, Bank Jakarta, Bank Jateng, Bank BPD DIY, Bank Jatim, Bank Kalbar, Bank Kalsel, Bank Kaltimtara, Bank Kalteng, Bank BPD Bali, Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Sulselbar, Bank Sulteng, Bank BSG, Bank Sultra, Bank Maluku Malut, Bank Papua, Bank Banten, dan Bank Maspion acara ini dapat terselenggara dengan lancar. (DF)