Melalui Semangat Pancasila, PPATK Perkuat Sinergi Melawan Kejahatan Keuangan
Jakarta 1 Juni 2026- Di tengah derasnya arus digitalisasi dan kompleksitas tantangan global, peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai-nilai dasar yang menyatukan bangsa. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Untuk itu, dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyelenggarakan Upacara memperingati hari lahir Pancasila yang diadakan di Lapangan Kantor PPATK, Jakarta.
Dalam sambutannya Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK sekaligus bertindak sebagai Pembina Upacara, Fithriadi menyampaikan bahwa hari ini bukan sekedar seremoni tahunan, tetapi sebagai momentum refleksi diri untuk memastikan bahwa semangat Pancasila tetap menyala dalam setiap jiwa insan Indonesia. “Pancasila adalah bintang penuntun” yang telah terbukti Tangguh untuk mempersatukan keragaman Indonesia” ungkapnya.
Dalam sambutannya didepan ratusan pegawai PPATK, ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan “jangkar moral” bangsa Indonesia untuk menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. “Sebagai bangsa yang besar, kita harus tunjukan aksi nyata kita untuk menciptakan perdamaian di dunia” tegasnya.
Semangat Pancasila bagi Insan PPATK
Semangat Pancasila memiliki relevansi kuat dengan tugas yang diemban PPATK. Di balik upaya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, terdapat misi yang lebih besar, yakni melindungi kepentingan masyarakat dan menjaga integritas bangsa dari ancaman tindak pidana pencucian uang serta pendanaan terorisme. PPATK memiliki tugas untuk mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang melalui pengelolaan informasi, pengawasan kepatuhan pihak pelapor, serta analisis transaksi keuangan yang terindikasi terkait aktivitas ilegal.
Nilai persatuan yang menjadi dasar dalam Pancasila juga tercermin dalam pendekatan kolaboratif yang dijalankan PPATK. Kejahatan keuangan yang saat ini begitu massif tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Karena itu, PPATK membangun sinergi dengan kementerian, lembaga penegak hukum, sektor jasa keuangan, hingga mitra internasional untuk memperkuat rezim anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme. Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong yang selama ini menjadi salah satu karakter utama bangsa Indonesia.
Keberadaan PPATK juga menunjukkan bagaimana nilai keadilan sosial diterjemahkan dalam praktik nyata. Upaya menelusuri aliran dana hasil kejahatan dan penyalahgunaan sumber daya alam yang disalahgunakan segelintir pihak atau kelompok yang merugikan masyarakat luas harus dicegah dan diberantas. Ketika sistem keuangan terlindungi dari praktik-praktik ilegal, maka kepercayaan publik terhadap negara dan dunia usaha pun dapat terjaga.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengingatkan bahwa menjaga persatuan bangsa tidak hanya dilakukan melalui simbol dan seremonial, tetapi juga melalui kerja nyata. Nilai-nilai Pancasila tetap harus menjadi kompas moral yang membimbing setiap Langkah bangsa Indonesia, termasuk dalam upaya PPATK menjaga sistem keuangan nasional yang bersih, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan. Dengan semangat gotong royong, integritas, dan keadilan, cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju sekaligus berkontribusi bagi perdamaian dunia bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.DF