The Final Mission Begins: PPATK Seleksi Arsiparis Terbaik Tahun 2026
Jakarta – Dalam upaya memperkuat tata kelola arsip yang profesional dan akuntabel, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyelenggarakan Grand Final Arsiparis Teladan PPATK Tahun 2026 mengusung tema “The Final Mission Begins” pada Kamis (25/6).
Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada arsiparis sekaligus upaya mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme pengelolaan arsip di lingkungan PPATK. Pemilihan Arsiparis Teladan telah berlangsung sejak 20 Mei 2026 melalui serangkaian tahapan seleksi yang meliputi tes kompetensi bidang, tes praktik, dan wawancara.
Ketua Tim Kearsipan PPATK, Rahmat Harinanto Sadikin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2024. Menurutnya, ajang ini menjadi sarana untuk menjaring arsiparis terbaik yang nantinya akan mewakili PPATK pada seleksi Arsiparis Teladan tingkat nasional.
“Juara pertama dari ajang ini nantinya akan mewakili PPATK dalam seleksi Arsiparis Teladan tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahap awal seleksi terdapat 57 peserta yang mengikuti proses penilaian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 arsiparis terbaik berhasil melaju ke babak grand final untuk memperebutkan posisi tiga besar hingga akhirnya terpilih satu Arsiparis Teladan PPATK Tahun 2026.
“Persaingan tahun ini berlangsung sangat kompetitif karena kualitas dan kompetensi arsiparis di PPATK terus meningkat. Hari ini kita akan menyaksikan proses penilaian terhadap 10 finalis terbaik untuk menentukan tiga besar hingga terpilih satu juara,” tambahnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Umum PPATK, Andy Rio Handoko. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa arsip memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.
“Arsip bukan sekadar kumpulan dokumen yang disimpan, melainkan memori organisasi, sumber informasi, serta bukti akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan. Bagi PPATK, pengelolaan arsip yang baik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andy menyoroti pentingnya peran arsiparis di tengah perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital yang semakin pesat. Menurutnya, arsiparis dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menguasai pengelolaan arsip elektronik, serta menghadirkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja organisasi.
“Peran arsiparis saat ini menjadi semakin strategis. Tidak hanya menjaga memori organisasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital dan peningkatan kinerja PPATK,” ujarnya.
Grand Final Arsiparis Teladan PPATK Tahun 2026 menghadirkan lima orang dewan juri yang terdiri merupakan pejabat dan pegawai senior yang memiliki pengalaman serta kompetensi di bidang kearsipan dan tata kelola organisasi.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Aulia berhasil meraih Juara I dan dinobatkan sebagai Arsiparis Teladan PPATK Tahun 2026 sekaligus menjadi perwakilan PPATK untuk mengikuti kompetisi Arsiparis Teladan Nasional Tahub 2027. Pencapaian tersebut mencerminkan dedikasi, kompetensi, serta kontribusinya dalam mendorong pengelolaan arsip yang profesional, tertib, dan akuntabel di lingkungan PPATK.
Melalui kegiatan ini, PPATK berharap dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan arsip, memperkuat kapasitas dan profesionalisme arsiparis, serta menumbuhkan budaya kerja yang inovatif dan adaptif guna mendukung terwujudnya tata kelola organisasi yang efektif, transparan, dan akuntabel.(DF/WKW)