Peran Dominan PPATK dalam Workshop Tipologi APG 2024

KUALA LUMPUR – Delegasi Indonesia, khususnya representasi dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), menunjukkan peran dominan dalam gelaran 25th Asia/Pacific Group on Money Laundering (APG) Annual Typologies Workshop yang diselenggarakan di Sasana Kijang, Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam acara tersebut, delegasi Indonesia menjadi pembicara dan moderator dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 11-13 November 2024 tersebut. Kegiatan ini mempertemukan para ahli dari sektor publik, industri swasta, dan elemen masyarakat sipil lainnya untuk berbagi pengetahuan dan keahlian mengenai tren dan implementasi dari rezim anti-pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal (APU/PPT, dan PPSPM).

Salah satu delegasi PPATK, Sri Rejeki, menyampaikan presentasinya tentang peran PPATK dalam mengungkap perkara cyber-enable fraud/scams (CEF/Scams) yang melibatkan jejaring sindikat beserta pemulihan aset yang menyertainya. Ia menjadi pembicara bersama dengan pembicara lainnya dari Royal Malaysia Police dan Ministry of Justice Investigation Bureau, Chinese Taipei. Sesi ini dimoderatori langsung oleh Executive Secretary APG, Dr. Chris Black. Dalam penjelasannya, Sri Rejeki menguraikan modus-modus kejahatan siber yang ditangani PPATK, termasuk studi kasus yang terkait dengan investment fraud. Ia juga mengungkapkan kerja sama yang dibangun PPATK dengan mitra utama di dalam negeri maupun internasional menjadi kunci dalam kesuksesan penanganan perkara CEF/Scams. “Statistik kejahatan siber di Indonesia pada tahun 2023 menunjukkan sejumlah 864 kasus terkait cyber-fraud, 54 kasus online gambling, 321 kasus pornografi, 33 kasus extorting-ransomware, 161 kasus manipulasi data, dan 32 kasus pencurian data. Jelas bahwa PPATK menempatkan penanganan kasus-kasus ini sebagai prioritas,” urai Sri Rejeki.

Delegasi Indonesia lainnya turut mengisi peran sebagai pembicara, antara lain Kepala Seksi Penyidikan II, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jarkasih, yang menyampaikan materi tentang “Legal Person in Tax Crime and Tax-Related Financial Crime” dan Kepala Sub Bidang Pemulihan Aset Indonesia di Luar Negeri pada Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI, M Fabian Swantoro yang menyampaikan presentasi tentang “Indonesia Perspective on the Optimalization International Asset Recovery Practices”. Dalam sesi tersebut, Fabian menjelaskan kisah sukses upaya pemulihan aset yang melibatkan kerja sama erat Indonesia dengan Selandia Baru yang terus berproses, termasuk dengan lembaga penegak hukum di Hong Kong. Sementara itu, delegasi PPATK lainnya, Tri Andriyanto, memoderatori salah satu diskusi panel dengan tema “ML/TF/PF Threats and the Implications of Abuse of Legal Persons. Sesi ini menghadirkan pembicara dari The United Nations Interregional Crime and Justice Research Institute (UNICRI), United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), dan World Custom Organisation (WCO).

Peran aktif Indonesia tidak hanya ditunjukkan dalam sesi Workshop. Dalam peluncuran APG Typologies Report 2024, Indonesia melalui PPATK memberikan kontribusi substansial yang besar dalam isi dokumen tersebut. Kontribusi tersebut antara lain dituangkan dalam penjelasan key findings dari National/Sectoral Risk Assessment (NRA/SRA) terkait perdagangan orang dan penyelundupan manusia, ongoing penilaian risiko TPPU dan TPPT terkait legal persons dan FinTech; dan penjelasan kajian hukum mengenai " Optimalisasi Pelaksanaan Kewajiban Pelaporan Transaksi Keuangan Mencurigakan oleh Pihak Pelapor Profesi kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan". Indonesia juga menyampaikan tipologi berupa rangkaian studi kasus yang terkait dengan bribery, fraud, pendanaan terorisme, perdagangan orang, penyelundupan manusia, hingga pemulihan aset. Kontribusi yang disampaikan Indonesia dalam APG Typologies Report kerap menjadi salah satu yang terbesar setiap tahunnya, dan berperan besar dalam mengedukasi perkembangan tren terkini kejahatan keuangan untuk seluruh kawasan Asia dan Pasifik. (TA)

Dokumen APG Typologies Report 2024 dapat diakses di sini.