GEMA APUPPT Gelorakan Semangat Generasi Muda Lawan Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme
GEMA APUPPT Gelorakan Semangat Generasi Muda Lawan Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme
B/017/HM.05/XI/2025
06 November 2025
Bogor, 06 November 2025 – Semangat melawan kejahatan keuangan bergema di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Parung, Bogor. Lebih dari 300 mahasiswa dan civitas academica berkumpul dalam kegiatan Gerakan Muda Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (GEMA APUPPT) yang diselenggarakan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kamis, (6/11).
Mengangkat tema “Sadar dan Tolak Pencucian Uang, Membangun Indonesia Bersih,” GEMA APUPPT menjadi bagian dari program edukasi publik PPATK yang difokuskan untuk generasi muda di tingkat perguruan tinggi. Kegiatan ini dikemas dalam format diskusi panel interaktif yang menghadirkan suasana layaknya seminar atau kuliah umum.
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT PPATK, Supriadi, menyampaikan bahwa era digital saat ini tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan besar di bidang keuangan.
“Generasi muda kini menjadi kelompok yang paling rentan terhadap kejahatan keuangan digital, mulai dari judi online (judol), pinjaman online ilegal, hingga scamming atau penipuan investasi yang semakin marak memanfaatkan teknologi,” ujar Supriadi.
Ia menambahkan, berdasarkan Laporan Tahunan PPATK 2024, nilai transaksi terkait kasus judi daring mencapai Rp359,81 triliun, hal ini tentunya mengindikasikan besarnya arus dana mencurigakan yang beredar di ranah digital.
Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti Scam Centre (IASC) mencatat terdapat 135.397 laporan kasus penipuan online dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp2,6 triliun dalam kurun waktu November 2024 hingga Mei 2025. “Temuan tersebut menjadi alarm bagi kita semua, terutama generasi muda, bahwa kejahatan keuangan digital bukan hanya ancaman, tapi realitas yang harus diwaspadai,” tambahnya.
Bangun Literasi dan Proteksi Diri Sejak Dini
Sementara itu, Direktur Pengawasan Kepatuhan Penyedia Barang dan/atau Jasa Lainnya & Profesi PPATK, Sri Bagus Arosyid, dalam paparannya menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep pencucian uang, modus kejahatan yang terjadi, serta peran PPATK dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana ini.
Ia menegaskan bahwa pencucian uang merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang dampaknya tidak hanya pada stabilitas ekonomi, tetapi juga dapat mengancam tatanan sosial dan politik bangsa. Bagus juga mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan literasi dan proteksi diri terhadap pencucian uang, dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
“Mulailah dengan hidup sederhana, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menjauhi perilaku tidak jujur seperti plagiarisme. Integritas pribadi adalah benteng pertama melawan pencucian uang,” tegasnya. Kegiatan GEMA APUPPT mendapat sambutan positif dari Plt. Rektor UNUSIA, Syahrizal Syarif.
Ia menilai bahwa isu pencucian uang dan pendanaan terorisme memiliki dampak luas terhadap aspek ekonomi, sosial, maupun politik nasional. “Diskusi ini menjadi sangat penting karena menumbuhkan kesadaran baru bagi mahasiswa untuk ikut menjaga Indonesia dari ancaman kejahatan keuangan. NKRI harus dijaga bersama, dan kesadaran dimulai dari kampus,” ujarnya.
Melalui kegiatan seperti GEMA APUPPT, PPATK terus memperluas semangat kolaborasi dan partisipasi generasi muda dalam membangun ekosistem keuangan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Tak hanya berhenti pada edukasi anti pencucian uang, kegiatan ini juga memperkaya wawasan peserta tentang pengelolaan keuangan dan investasi yang sehat.
Hadir sebagai mitra PPATK dalam kegiatan ini, Pemimpin Cabang Pegadaian Gunung Batu PT Pegadaian, Danang Febriyanto Wibowo, serta Direktur Capital Market Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan beserta tim yang turut berbagi pengetahuan praktis mengenai pentingnya literasi finansial di era digital. Dengan semangat belajar dan kesadaran yang tumbuh dari ruang-ruang seperti ini, diharapkan generasi muda Indonesia tidak hanya melek finansial, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas di dunia keuangan.
Untuk mengunduh file siaran pers, silahkan klik disini