Mahasiswa FEB Undip Kunjungi PPATK, Pelajari Peran dalam Pengawasan Kejahatan Keuangan
Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menerima kunjungan dari 70 mahasiswa Badan Audit Kemahasiswaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) pada Senin, (28/4). Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang peran PPATK dalam mengawasi transaksi keuangan dan mencegah kejahatan keuangan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Adhitya Abriansyah Afandi, Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT (BERMITRA), menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap peran PPATK. "Mahasiswa perlu mengetahui bagaimana PPATK bekerja, karena kejahatan keuangan kini memiliki kesenjangan yang lebih besar dibandingkan dengan regulasi pemerintah yang ada. Kejahatan ini semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi," ujarnya.
Adhitya juga menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami, tetapi juga berinovasi untuk mengatasi gap antara kejahatan keuangan dan regulasi yang ada. "Belajar itu penting, tetapi berinovasi juga sangat penting. Mahasiswa harus aktif dalam sesi diskusi untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam," tambahnya.
Dalam kunjungan ini, PPATK juga membahas perkembangan teknologi yang mempengaruhi cara kerja mereka dalam mengawasi kejahatan keuangan. Adhitya menjelaskan bahwa saat ini Indonesia telah memasuki era Revolusi Society 5.0, yang ditandai dengan munculnya teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dan sistem otomatisasi. "Saat ini, kejahatan keuangan banyak memanfaatkan AI dan robot. Oleh karena itu, kami juga perlu mengimbangi pengawasan dengan pemanfaatan teknologi yang sama," jelasnya.
Sementara itu, Muhammad Hanif Muzzaki, Wakil Ketua Badan Audit Kemahasiswaan FEB UNDIP, mengungkapkan bahwa kunjungan ini memiliki relevansi langsung dengan tugas dan fungsi Badan Audit Kemahasiswaan di FEB.
"Kami mengawasi dan menjaga tata kelola organisasi di FEB, dan sistem kerja PPATK sangat terkait dengan pelaksanaan kegiatan kami saat ini," tuturnya.
Hanif berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat dan wawasan baru bagi mahasiswa. "Semoga dengan adanya kunjungan ini, mahasiswa dapat memahami lebih dalam mengenai pengawasan keuangan dan teknologi yang terus berkembang, serta dapat mengaplikasikannya dalam dunia akademik maupun praktis di masa depan," ujar Hanif.
Kegiatan ini pun semakin menarik dengan sesi talkshow dan diskusi dengan mendatangkan dua narasumber PPATK, diantaranya Steffy Edward dan Putri Resyakasih serta dipandu oleh moderator Dwira Sena yang memantik berbagai isu menarik dalam diskusi. Dalam paparannya, kedua narasumber menggarisbawahi tentang peran PPATK yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas perokonomian nasional. Selain itu, pada kesempatan ini juga turut dibedah kasus-kasus kejahatan finansial yang sering terjadi yang selanjutnya menarik mahasiswa untuk bersama diskusi.
Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai bagaimana PPATK berperan dalam menjaga integritas sistem keuangan Indonesia, serta pentingnya pemanfaatan teknologi dalam upaya tersebut. Ke depan PPATK juga berharap akan terus semakin banyak mahasiswa yang teredukasi tentang bahayanya pencucian uang dengan berkunjung ke PPATK. IN