GERNAS MULIA 24 Tahun: Kolaborasi untuk Generasi Sehat, PPATK dan Pemangku Kepentingan Salurkan Makan Bergizi Gratis
Tangerang, 16 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Gerakan Nasional Mulia 24 Tahun APUPPT, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berkolaborasi dengan Grab Indonesia, OVO, dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) menyelenggarakan kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Swasta di SD Khusus Negeri 01 Balaraja, Kabupaten Tangerang. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, inklusif, serta memiliki kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dari tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan tindak pidana pendanaan terorisme (TPPT).
Kegiatan dihadiri oleh Kepala PPATK, Dr. Ivan Yustiavandana; Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan, Danang Tri Hartono; Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan, Fithriadi; Kepala SD Khusus Negeri 01 Balaraja, Sumiyati, S.Pd., M.Pd.; Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra; Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi; Ketua Pelaksana Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya Manthovani; Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid; serta Jaksa Agung Muda Intelijen, Prof. Dr. Reda Manthovani. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
Kepala PPATK menegaskan bahwa upaya membangun rezim APUPPT yang kuat tidak hanya dilakukan melalui penguatan regulasi dan penegakan hukum, tetapi juga melalui investasi jangka panjang pada generasi penerus bangsa.
“Setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari dampak kejahatan keuangan. Oleh karena itu, pendidikan karakter, literasi integritas, dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti gizi yang baik merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang mampu menolak segala bentuk kejahatan ekonomi dan keuangan,” tutur Kepala PPATK.
Melalui momentum Gerakan Nasional Mulia 24 Tahun APUPPT, PPATK mengajak seluruh elemen bangsa untuk menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak usia dini. Anak-anak, termasuk penyandang disabilitas, merupakan bagian penting dari masa depan Indonesia yang perlu memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dalam ekosistem yang bebas dari praktik pencucian uang, pendanaan terorisme, serta berbagai tindak pidana yang merugikan masyarakat dan perekonomian nasional.
Program MBG Swasta merupakan inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) Grab Indonesia dan OVO yang telah menjangkau berbagai sekolah berkebutuhan khusus di Indonesia melalui kolaborasi dengan YIPB. Program ini terus diperluas melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dan pada kali ini, Grab dan OVO sebagai stakeholder PPATK berkolaborasi dalam rangkaian Gerakan Nasional Mulia 24 Tahun APUPPT, sehingga kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak turut dipadukan dengan upaya membangun budaya integritas dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme sejak dini.
Kolaborasi bersama Grab Indonesia, OVO, YIPB menunjukkan bahwa pemberantasan TPPU dan TPPT tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan kontribusi aktif sektor swasta dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Program MBG Swasta menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian terhadap pemenuhan gizi, pendidikan inklusif, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun budaya integritas sebagai benteng pencegahan terhadap kejahatan keuangan. Seluruh pembiayaan program ini tidak dibebankan pada anggaran program MBG pemerintah.
Melalui semangat Gerakan Nasional Mulia 24 Tahun APUPPT, PPATK berharap semakin banyak kolaborasi lintas sektor yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pemberantasan TPPU dan TPPT dimulai dari lingkungan yang sehat, berintegritas, dan peduli terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Generasi muda hari ini bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga calon penjaga integritas Indonesia di masa depan.