Kreativitas Anak Muda PPATK Bersinar : PPATK Gelar Puncak Festival Kreatif APUPPT 2025

Jakarta, 2025 — Suasana pagi itu terasa berbeda. Alih-alih forum formal seperti biasanya, ruang dipenuhi energi muda, karya visual yang memukau, serta tepuk tangan hangat dari seluruh pimpinan dan pegawai PPATK.  Pada hari ini Senin, 1 Desember 2025 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) resmi menggelar Puncak Penganugerahan Festival Kreatif APUPPT 2025. Acara ini diselenggarakan secara hybrid dihadiri oleh 22 peserta festival dari 2 nominasi yakni fotografi dan video campaign. Festival Kreatif merupakan sebuah ajang yang memadukan kampanye Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) dengan kreativitas generasi muda PPATK.

Selain acara penganugerahan, pada kesempatan ini dijadikan momentum untuk diskusi terkait proses pembuatan sebuah film. Taufik Nur Imam selaku moderator memandu jalannya diskusi pada hari ini. Hadir sebagai narasumber sutradara, produser dan editor film kawakan di industri perfilman Indonesia, Sentot Sahid. Dalam diskusi, ia memaparkan bahwa konsep awal sebuah film harus matang dari sisi pesan yang mau disampaikan, pemilihan peran karakter serta pemilihan lokasi menjadi penentu pesan film tersebut dapat diterima masyarakat. “Selain konsep awal, tehnik editing film juga menentukan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik, jangan potong adegan lompat-lompat” terangnya. 

Kreativitas yang Menerjemahkan Pesan Serius dengan Cara Baru

Festival Kreatif APUPPT merupakan salah satu wadah edukasi kepada masyarakat melalui konten kreatif. Generasi muda dituntut untuk lebih mendalami mengenai gerakan anti pencucian uang, dan pendanaan terorisme dengan dipadukan dengan seni kreatifitas. Dalam kategori fotografi, para finalis menyajikan visual yang kuat. Sebagian menggugah emosi, sebagian lainnya memprovokasi pemikiran. Sementara itu, kategori video campaign dipenuhi karya berdurasi singkat namun tajam, menyajikan narasi edukatif, storytelling kreatif, dan pesan ajakan yang mudah dicerna masyarakat
Dalam pesan motivasi, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengapresiasi seluruh karya yang telah disajikan para peserta festival. “Karya generasi muda ini sangat kreatif, pesannya dapat dan dapat dimanfaatkan untuk mengajak para generasi muda lain untuk sadar akan bahaya dari pencucian uang” ungkapnya. Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa edukasi publik melalui medium kreatif adalah langkah penting untuk memperkuat ekosistem anti pencucian uang di Indonesia. 

Pengumuman Para Pemenang: Mereka Sang Juara

Setelah melalui proses penjurian ketat, para pemenang diumumkan dalam suasana meriah. Setiap kategori dipilih tiga karya terbaik yang dinilai berdasarkan kreativitas, kekuatan pesan, kedalaman riset, serta potensi dampak kampanye publik.
Festival Kreatif APUPPT Tahun 2025 telah melahirkan juara baru untuk masing-masing kategori antara lain:

Kategori Fotografi
1.    Juara I        : Panji Angga Saputra
2.    Juara II        : Wahyudi Tanjung
3.    Juara III        : Nayuan Sandi Pratama
4.    Favorite I    : Panji Angga Saputra
5.    Favorite II      : Giri Wijayanto


Kategori Video Campaign
1.    Juara I        : Tim Thibburrahany
2.    Juara II        : Wiliam Asella Putra
3.    Juara III        : Muhammad Faizal Fahmi Asnawi
4.    Favorite I     : Aleena Rizky 
5.    Favorite II    : Anthoni Yaputra

Para pemenang menerima penghargaan langsung dari pimpinan PPATK serta karya yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk program edukasi yang diselenggarakan PPATK 

Menutup Tahun dengan Harapan Baru

Festival Kreatif APUPPT 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bukti bahwa upaya pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme dapat dikomunikasikan dengan cara yang lebih humanis, kreatif, dan dekat dengan keseharian masyarakat.

Acara ditutup dengan penampilan karya terbaik di layar utama sebuah momen yang menegaskan bahwa keberhasilan gerakan APUPPT bergantung pada kolaborasi lintas generasi, lintas profesi, dan lintas perspektif.
Dengan berakhirnya puncak penganugerahan, PPATK berharap festival ini menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat terus menumbuhkan kesadaran publik, memperkuat integritas, dan membangun masa depan yang lebih bersih dari kejahatan keuangan. DF