PPATK Membangun Generasi Cerdas APUPPT MA Al-Falah

Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus meneguhkan komitmennya membentuk generasi muda yang cerdas dalam upaya anti pencucian uang dan pendanaan terorisme (APUPPT). Kali ini, sebanyak 250 siswa Madrasah Aliyah Al-Falah Jakarta Barat yang mendapatkan pemahaman tersebut. 

Pada Senin, 8 Desember 2025 PPATK hadir melalui kegiatan PPATK Mengajar bertajuk “Gerakan Muda Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme (Gema APUPPT)”. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemitraan PPATK Adhitya Abriansyah Afandi menegaskan pentingnya membangun kepekaan sosial dalam pencegahan tindak pidana pencucian uang di kalangan generasi muda Indonesia. Menurutnya kemajuan teknologi kerap dijadikan alat kejahatan yang menyasar generasi muda seperti judi online dan penipuan investasi.

Kepala Madrasah, H. Ismail Bahrudin, turut hadir dalam kesempatan ini. Di hadapan para guru dan siswa, Ia menekankan bahwa edukasi dari PPATK merupakan bekal penting agar pelajar tidak mudah terjerumus dalam kejahatan keuangan.

“Alhamdulillah kita kedatangan orang ahli dalam hal pengelolaan keuangan, PPATK. Ini sangat penting terutama bagi para pelajar dan pemuda karena sekarang banyak yang ditargetkan oleh para penipu keuangan. Saya harap (kegiatan ini) menjadi bekal masa depan supaya tidak terpengaruh kejahatan-kejahatan keuangan karena orang yang tidak punya bekal berarti orang yang lemah,” ujar Ismail.

Materi pengenalan APUPPT disampaikan oleh Analis Senior PPATK, Alan Verdiyan Tandjung yang mengupas tentang fondasi aman di dunia digital yang dimulai dari membangun kesadaran diri, pengenalan modus kejahatan digital dan pencucian uang, hingga penegasan peran PPATK bagi negara.

Alan juga menekankan konsep “bela diri digital” untuk melindungi masa depan, dengan cara: 1) Jangan mudah mengirimkan foto pribadi; 2) Jangan meminjamkan rekening; 3) Jangan klik link sembarangan; 4) Verifikasi semua akun, gunakan otentifikasi dua faktor dan bedakan kata sandi untuk akun yang dimiliki; 5) Jangan terima hadiah “aneh”, jangan mudah tergiur hadiah dari orang tidak dikenal; 6) Laporkan hal mencurigakan, jangan ragu melapor ke pihak berwenang.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Masa depan cerah menanti kalian. Jaga diri, jaga masa depan!” pesan Alan menutup sesi materinya.

Kegiatan berlangsung meriah. Para siswa aktif bertanya, berdiskusi, hingga bersorak saat menemukan hal-hal menarik. Momen semakin hidup ketika kuis berhadiah digelar, menguji sejauh mana pemahaman mereka—sekaligus menjadi tantangan seru yang dinikmati peserta.

Semoga para siswa MA Al-Falah terus tumbuh menjadi generasi yang berperan nyata dalam mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, demi Indonesia yang lebih aman dan sejahtera. ALF