Sinergi Ekonomi Terbukti Tangguh, Prabowo Puji Tim Ekonomi di Pertemuan Tahunan BI 2025

Jakarta, 29 November 2025 – Di tengah badai ketidakpastian global seperti proteksionisme AS dan perlambatan China, Indonesia justru menunjukkan ketangguhan luar biasa. Hal ini terungkap pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 bertema "Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan" yang digelar di Grha Bhasvara Icchana, Jakarta, Jumat malam (28/11). Hadir pada cara tersebut Presiden Prabowo Subianto, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, serta para menteri dan kepala lembaga. 

Dalam paparannya, Airlangga menegaskan risiko pertumbuhan 2026 sudah terserap tahun ini, sehingga 2026 diproyeksi lebih baik melalui sinergi fiskal-moneter pusat-daerah. 

Sementara itu, Perry Warjiyo menekankan lima risiko global (suku bunga The Fed, perlambatan AS-China, pasar rapuh, kripto belum teregulasi), namun Indonesia tetap resilien berkat sinergi nasional dan transformasi sektor riil yang terus didorong.

Penghargaan BI: Pengakuan Kontribusi Mitra Strategis 
Malam itu, BI juga menyerahkan penghargaan kepada mitra terbaiknya. TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) dan TP2DD (Tim Percepatan Pembangunan Daerah Daerah) Award diberikan kepada daerah berprestasi dalam pengendalian inflasi dan digitalisasi keuangan. Sedangkan BI Special Awards diberikan kepada Polri, BIN, TNI, serta PPATK atas kontribusi nyata dalam pengawasan transaksi keuangan dan pencegahan pencucian uang yang turut menjaga stabilitas moneter nasional.

Prabowo menutup acara dengan pesan tegas yaitu prestasi satu tahun pertama sudah ada, kini saatnya realisasi cepat untuk rakyat. Dengan BI Rate 4,75% dan “Simfoni Jakarta” sebagai benteng lokal, Indonesia siap melaju lebih tinggi di 2026. (BHS)