PPATK Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Kampanye “Jaga Bumi, Jaga NKRI” di Probolinggo

 

Probolinggo – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berkomitmen dalam menjaga lingkungan sekaligus mencegah tindak pidana bermotif ekonomi melalui serangkaian kegiatan bertajuk PPATK Goes to Probolinggo. Dengan tema “Jaga Bumi, Jaga NKRI,” kegiatan ini mendukung penuh program Green Economy pemerintah dan memberikan perhatian serius pada ancaman tindak pidana lingkungan yang merusak ekosistem.

Kegiatan puncak berlangsung pada Jumat (24/1), dengan agenda utama penanaman pohon di Pujasera Bundaran Gladak Serang, Kota Probolinggo. Acara ini sekaligus menjadi bagian dari Kampanye Anti Green Financial Crime, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya tindak pidana lingkungan.

Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan PPATK, Supriadi, menekankan bahwa menanam pohon bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat. 

“Pohon menjadi sumber kehidupan, memberikan oksigen, penghijauan, dan mendukung kelestarian lingkungan. Kita semua, baik pemerintah, pelajar, maupun masyarakat umum, harus berperan aktif menjaga bumi agar masa depan generasi mendatang lebih terjamin,” tegasnya.

DIGI TREE: Inovasi Hijau Probolinggo

Melalui kegiatan ini Kota Probolinggo juga memperkenalkan inovasi terbaru melalui sistem DIGI TREE, hasil kolaborasi dengan Universitas Brawijaya. Dengan memindai QR Code pada setiap pohon, masyarakat dapat memantau kondisi pohon secara real-time, termasuk informasi taksonomi, sejarah, hingga manfaat ekologisnya. Aplikasi ini dilengkapi fitur edukasi interaktif berupa suara dan video, menjadikannya terobosan baru dalam upaya pelestarian lingkungan.

Pj Wali Kota Probolinggo, M. Taufik Kurniawan, menyampaikan bahwa inovasi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi perubahan iklim, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan wisata berbasis teknologi. 

“DIGI TREE mempermudah edukasi dan pengendalian lingkungan, sekaligus menjadi langkah konkret dalam menciptakan kota yang lebih hijau,” ujarnya.

Sebagai kota pesisir, Probolinggo memikul tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Pohon menjadi elemen penting dalam mengurangi panas, menghasilkan oksigen, serta memperkuat daya tahan lingkungan. Prestasi kota ini sebagai Juara Nasional One Planet City Challenge (OPCC) dan pemenang global We Love Cities 2024 membuktikan komitmennya terhadap pelestarian alam.

Kolaborasi untuk Masa Depan Hijau

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Pemerintah Kota Probolinggo, Bank Jatim, PLN, akademisi, pelajar, hingga tokoh masyarakat. Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan PPATK, Supriadi, juga mengajak semua pihak untuk bersama menjaga bumi dengan bergandengan tangan menjaga lingkungan. Terlebih untuk menjaga warisan terbaik yang bisa diberikan untuk generasi mendatang ditengah berbagai ancaman kejahatan lingkungan yang semakin masif.

Dengan ancaman nyata tindak pidana lingkungan yang merugikan ekosistem, data dari KLHK menunjukkan bahwa hingga 2023, terdapat lebih dari 7.000 pengaduan masyarakat terkait kejahatan lingkungan. Hal ini menunjukan pentingnya langkah nyata seperti yang dilakukan di Probolinggo untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.

Melalui kampanye ini, PPATK berharap tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga membangun kolaborasi berkelanjutan untuk melindungi bumi dan masa depan bangsa. Kota Probolinggo, dengan semangat inovasi dan aksi nyata, kini menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk menjaga kelestarian lingkungan secara kolaboratif. (IN)