PPATK Perkuat Pemahaman Generasi Muda Probolinggo dalam Pencegahan Kejahatan Keuangan

Probolinggo – Sebagai upaya memperluas kesadaran publik tentang pentingnya pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme (APUPPT), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggelar program "PPATK Goes to Probolinggo" di SMAN 3 Probolinggo, Kamis (23/1). Acara ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga platform interaktif untuk menciptakan generasi muda yang berperan aktif dalam menjaga integritas keuangan bangsa.

Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT PPATK, Supriadi, menyoroti pentingnya peran pelajar dalam memerangi kejahatan keuangan. “Generasi muda adalah garda terdepan dalam menciptakan masa depan yang bersih dari kejahatan pencucian uang. Dengan membangun pemahaman sejak dini, kita dapat memperkuat ketahanan bangsa terhadap ancaman ini,” ujar Supriadi.

Menurut penelitian PPATK, kelompok usia pelajar dan mahasiswa memiliki kerentanan tinggi terhadap kejahatan ini. Hal tersebut menjadi alasan utama di balik penyelenggaraan program yang dirancang untuk memperkenalkan konsep APUPPT dengan cara yang mudah dipahami dan relevan bagi pelajar.

Berbeda dari program edukasi lainnya, acara ini menekankan keterlibatan aktif siswa melalui diskusi dan simulasi. PPATK menghadirkan berbagai studi kasus nyata untuk menunjukkan betapa mudahnya seseorang tanpa sadar terjebak dalam praktik pencucian uang.

“Kami ingin mereka memahami bahaya nyata di balik kejahatan ini dan bagaimana dampaknya merusak ekonomi serta moral bangsa,” tambah Supriadi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah, menilai langkah PPATK ini sebagai upaya yang strategis dan inovatif.

“Kolaborasi seperti ini adalah pondasi yang kokoh untuk menciptakan kesadaran kolektif. Edukasi adalah kunci untuk melawan kejahatan keuangan. Seperti kita ketahui bersama para siswa juga menjadi salah satu sasaran pelaku kejahatan keuangan untuk melancarkan aksinya dan mengeruk sebanyak mungkin keuntungan pribadi,” jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Wahana Cipta Nugraha SMAN 3 Probolinggo ini juga mendapat apresiasi dari Kepala SMAN 3 Probolinggo, Khoirul Anam. Menurutnya kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun generasi muda yang cerdas finansial, kritis, dan berintegritas.

“Sebagai salah satu kota dan sekolah yang konsen dengan isu lingkungan, kedatangan PPATK menjadi penguat integritas kami dan anak-anak untuk lebih mawas diri dalam menyikapi beragam praktik pencucian uang di sekitar kita. Kemajuan teknologi finansial menjadi salah satu hal yang perlu anak-anak ketahui, namun di waktu yang sama, mereka juga harus paham ada celah-celah kejahatan keuangan yang dapat muncul melalui keberadaan mereka,” jelas Kepala SMAN 3 Probolinggo.

Program "PPATK Goes to Probolinggo" menunjukan upaya serius PPATK dalam menjadikan generasi muda sebagai agen perubahan. Dengan bekal pengetahuan dan kesadaran yang diberikan, pelajar Probolinggo diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya keuangan yang transparan dan bertanggung jawab di masa depan. (IN/MT)