Kunjungan Siswa SMKN 1 Girisubo : Akuntan Rentan Namun Dibutuhkan!

Jakarta – Bertepatan dengan Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober 2025, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menerima kunjungan publik dari rombongan siswa jurusan Akuntansi dan guru SMKN 1 Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Tujuan kunjungan mereka ke PPATK selain sebagai bentuk kewajiban dalam melaksanakan kunjungan industri guna melihat realitas di dunia kerja, juga sebagai pengenalan terhadap lembaga PPATK sebagai salah satu instansi pemerintah yang memiliki peran dan tugas fungsi tertentu namun memberikan dampak nyata kepada bangsa dan negara. Tak kurang dari 32 murid dan 4 guru pendamping hadir di Auditorium Yunus Husein, Gedung PPATK. 

Acara dibuka oleh sambutan dari Ketua Tim Literasi Pusat Pemberdayaan Kemitraan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT), Agung Andiojaya. Ia sangat antusias menyambut kedatangan rombongan SMKN 1 Girisubo ke PPATK, terlebih dengan murid yang berasal dari jurusan Akuntansi ini.

“Profesi akuntan sangat berisiko dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab karena dekat dengan perputaran uang. Akuntan berpotensi dilibatkan dalam pencucian uang karena kemampuan mereka mengelola data keuangan,” jelas Agung.

Ia juga menilai  dalam dunia kerja, khususnya Akuntansi, sedang mengalami transformasi besar karena perkembangan Artificial Intelligence (AI), terutama Generative AI. Perkembangan AI sangat cepat, powerfull dan tidak lagi linier, dan ini tak terhindarkan dalam waktu dekat.

“Transformasi ini menyebabkan beberapa jenis pekerjaan akan berkembang, dan sebagian lainnya akan menghilang. Penting untuk sadar dan melakukan peningkatan keahlian secara simultan. Akuntan harus bertransformasi, dari yang sifatnya manual menjadi sesuatu yang lebih berteknologi kekinian, agar memiliki skill yang relevan dan dibutuhkan,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Guru Akuntansi SMKN 1 Girisubo, Chandra Wijaya Nur, mengungkapkan bahwa tujuan utama kedatangannya dengan murid-muridnya adalah untuk memberikan pengalaman yang autentik dan nyata. Ini dimaksudkan agar mereka dapat melihat dan merasakan langsung tantangan di dunia profesi yang akan mereka geluti.

“Seperti apa yang disampaikan sebelumnya, bahwa jurusan yang dipilih murid kami ini menantang namun sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, pengalaman kami di sini bertujuan agar murid, bahkan kami para guru, menjadi sadar dan termotivasi untuk melakukan persiapan diri yang optimal menghadapi tantangan karier di masa depan, terutama selalu berintegritas dalam profesi kami masing-masing,” ungkap Chandra.

Dalam kesempatan ini, PPATK juga menyajikan pemaparan interaktif kepada para murid terkait dasar pencucian uang serta beragam modus-modus yang rentan terjadi di kalangan mereka, seperti pengenalan kriminalisasi Pencucian Uang, pengertian pencucian uang, dan kasus dan isu terkini terkait pencucian uang yang perlu mereka sadari sedini mungkin. Adapun narasumber pada sesi ini adalah Tiara Yuliana dan Martha Yunita sebagai Staf Senior bidang Kemitraan dan Edukasi Publik.

Dalam diskusi tersebut mengemuka pertanyaan, mengenai bagaimana menyikapi penggunaan data pribadi seperti KTP dan rekening oleh orang lain, sebagai sarana kejahatan keuangan. Hal apa saja yang harus dilakukan agar dapat membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Secara langsung pertanyaan tersebut dijawab oleh narasumber.

“Tentunya nanti jika melaporkan pada pihak yang berwajib, akan ada proses penggalian informasi. Di sinilah momen untuk menyampaikan kebenaran, kronologi, hingga bukti-bukti bahwa penggunaan rekening tersebut bukanlah dari teman-teman selaku pemilik asli rekening tersebut,” ungkap Tiara.

“Selain itu, ingat bahwa KTP dan rekening adalah hal pribadi yang harus dijaga, tidak boleh berpindah tangan, dan jika memang berada dalam situasi tersebut, seringlah untuk melakukuan dokumentasi transaksi-transaksi maupun percakapan dari pihak yang menggunakan data pribadi kalian, agar kelak ketika ada penyalahgunaan teman-teman bisa membuktikannya dengan evident yang valid,” Lanjut Martha. (MT)