Ratusan Siswa SMKN 1 Probolinggo Antusias Ikuti PPATK Mengajar
Probolinggo – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bekerja sama dengan Bank Jatim menyelenggarakan program edukasi bertajuk "PPATK Mengajar" di SMKN 1 Probolinggo, Rabu (22/1). Kegiatan ini berhasil menarik perhatian ratusan siswa yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Kepala Pusat Pemberdayaan dan Kemitraan APUPPT PPATK, Supriadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dalam format diskusi interaktif, di mana dapat memberikan pemahaman secara langsung mengenai berbagai bentuk kejahatan pencucian uang dan langkah waspada yang harus diambil untuk menghadapinya.
“Tujuan kami adalah membangun generasi muda yang berintegritas dan berkarakter anti-pencucian uang, menjadikannya 'Generasi Muda Anti Pencucian Uang',” ungkapnya.
Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran penting sebagai pondasi dalam mencegah kejahatan pencucian uang dan kejahatan lainnya yang terkait. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat membekali para siswa dengan wawasan yang bermanfaat untuk masa depan.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah. Ia menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya SMKN 1 Probolinggo sebagai sekolah yang dikunjungi oleh PPATK.
“Ini merupakan kebanggaan dan keberuntungan bagi Kota Probolinggo. Dari seluruh Indonesia, SMKN 1 Probolinggo yang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini,” ujarnya. Selain itu, Siti juga menyampaikan pesan dari Pj. Walikota Probolinggo, M. Taufik Kurniawan, yang turut memberikan apresiasi kepada PPATK atas kontribusinya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui edukasi publik.
Hal senada juga turut disampaikan oleh Kepala SMKN 1 Probolinggo, Dwi Anggraeni. Ia menyambut baik program ini dan menyebut hal ini sebagai pengalaman berharga bagi para siswa.
“Ini adalah upaya bersama untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengetahuan dalam hukum, keuangan, dan integritas dalam menghadapi tantangan besar di masa depan,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme siswa semakin tinggi berkat penyampaian materi yang menarik, mulai dari pengenalan tentang pencucian uang hingga diskusi interaktif. Sebagai bentuk apresiasi, dua siswa juga turut dinobatkan sebagai Duta APUPPT SMKN 1 Probolinggo yang akan menjadi kepanjangan tangan dari PPATK dalam memerangi kejahatan keuangan di SMK Negeri 1 Probolinggo.
Kegiatan "PPATK Mengajar" merupakan bagian dari rangkaian kegiatan "PPATK Goes to Probolinggo 2025." Acara ini akan berlanjut hingga Jumat mendatang, ditutup dengan kampanye anti Green Financial Crime melalui kegiatan penanaman pohon di Pujasera Gladak Serang, Kota Probolinggo. (IN)