Riset Doktor Ilmu Ekonomi, Dr. Syahril Ramadhan, Sajikan Strategi Sukses Otomatisasi Pelaporan ESG di Sektor Keuangan
Riset Doktor Ilmu Ekonomi, Dr. Syahril Ramadhan, Sajikan Strategi Sukses
Otomatisasi Pelaporan ESG di Sektor Keuangan
B/012/HM.05/IX/2025
2 September 2025
Jakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila resmi melahirkan doktor baru dalam bidang Ilmu Ekonomi. Pada Sidang Promosi Doktor yang digelar Jumat, 29 Agustus 2025, Direktur Pengawasan Kepatuhan Penyedia Jasa Keuangan PPATK, Syahril Ramadhan, dinyatakan lulus dengan predikat pujian, sekaligus meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi ke-187 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00. Dalam disertasinya yang berjudul “Integrasi Otomasi Proses Bisnis dalam Pelaporan Keberlanjutan di Lembaga Keuangan: Perspektif Model Penerimaan Teknologi dan Teori Difusi Inovasi”, Dr. Syahril Ramadhan menyoroti urgensi penerapan business process automation (BPA) dalam pelaporan keberlanjutan (ESG reporting) sektor keuangan Indonesia.
Otomatisasi, Kunci Efisiensi dan Kepatuhan
Riset ini menegaskan bahwa di tengah meningkatnya kompleksitas regulasi dan tuntutan transparansi global, otomatisasi melalui BPA menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kecepatan dan reliabilitas pelaporan, mengurangi risiko kesalahan manual, serta memperkuat kepatuhan terhadap standar internasional maupun kebijakan regulator domestik. Namun, tingkat adopsi BPA di sektor perbankan nasional masih relatif rendah dan bervariasi. Faktor Pendorong Adopsi BPA Penelitian Dr. Syahril menemukan bahwa faktor paling berpengaruh dalam penerimaan BPA adalah kemudahan uji coba (trialability). Melalui pilot project dan sandboxing, bank merasa lebih yakin untuk mengadopsi otomatisasi penuh. Meski demikian, faktor nonteknis seperti dukungan regulasi, kesiapan organisasi, dan komitmen kelembagaan tetap menjadi kunci sukses penerapan. Sebagai kontribusi akademik, riset ini menawarkan kerangka lima tahap adopsi BPA:
1. Tekanan regulasi,
2. Penyesuaian strategi internal,
3. Uji coba,
4. Pembentukan jaringan aktor dan teknologi,
5. Transformasi berkelanjutan.
Rekomendasi penelitian mencakup kebutuhan bank untuk mengadopsi secara bertahap, pengembang teknologi menyediakan solusi modular, dan regulator menyusun roadmap kebijakan jangka pendek hingga panjang.
Kontribusi Strategis
Secara keseluruhan, riset ini menegaskan bahwa adopsi BPA dalam pelaporan ESG bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kolaborasi, strategi adaptif, dan dukungan regulasi yang konsisten. Temuan ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital sektor keuangan yang berorientasi pada keberlanjutan, khususnya di negara berkembang.
Apresiasi dari Kepala PPATK
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, turut hadir dalam sidang promosi tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi penelitian ini. “Penelitian ini sangat bagus, terutama dalam penerapan rezim anti pencucian uang di Indonesia. Temuan Dr. Syahril dapat menjadi landasan penting untuk memperkuat kepatuhan sekaligus mendorong inovasi di sektor keuangan,” ujar Ivan Yustiavandana.
Sidang promosi doktor ini bukan hanya menandai pencapaian akademik, tetapi juga memperkaya wacana strategis mengenai integrasi teknologi dan regulasi di sektor keuangan. Disertasi Dr. Syahril Ramadhan diharapkan menjadi pijakan penting bagi industri perbankan, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pelaporan ESG yang lebih efisien, akurat, dan berkelanjutan.
Untuk mengunduh file siaran pers silahkan klik disini.
Narahubung Media -------------------------------------------
M. Natsir Kongah
Koordinator Kelompok Substansi Humas
Email : Natsir.kongah@ppatk.go.id
Telp : 081386684827