Bangun Integritas, Lindungi Keluarga, Wujudkan Jakarta Barat Bersih dan Berbudaya
Jakarta -- Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan korupsi, gratifikasi, pungutan liar (pungli), hingga bahaya judi online terus diperkuat melalui edukasi publik. Inspektorat Pembantu Wilayah Jakarta Barat menggelar kegiatan bertajuk “Ngobrol Pintar Warga Sadar Pencegahan Korupsi, Gratifikasi, Pungli dan Judi Online” dengan tema “Bangun Integritas, Lindungi Keluarga, Wujudkan Jakarta Barat Bersih dan Berbudaya” pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, serta akademisi. Sebanyak 300 peserta yang terdiri atas perwakilan RT/RW dan masyarakat Jakarta Barat turut mengikuti kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang berintegritas.
“Adanya acara ini diharapkan dapat meningkatkan integritas di lingkungan Jakarta Barat dan dapat teredukasi, juga mensosialisasikan nantinya kepada warganya terkait bahaya judi online,” ungkap Ali Murthadho, Wakil Wali Kota Jakarta Barat saat membuka acara.
Pemilihan Jakarta Barat sebagai lokasi kegiatan juga menjadi perhatian mengingat tingginya jumlah pengguna judi online di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan, Jakarta Barat tercatat memiliki 89.320 pemain judi online , menjadikannya wilayah dengan jumlah pemain terbanyak kedua secara nasional.
Kasubbag Tata Usaha Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT PPATK, Adhitya Abriansyah Afandi, menekankan pentingnya peran RT dan RW sebagai penghubung langsung dengan masyarakat dalam menyebarluaskan edukasi mengenai bahaya judi online.
“Angka tertinggi judi online ada di Jakarta Barat, sebanyak 89.320 pemain, terbanyak kedua secara nasional. Harapannya setelah acara ini, RT/RW yang menghadiri acara ini dapat mengedukasi warganya terkait bahaya judi online di lingkungan Jakarta Barat,” tutur Adhitya.
Menurutnya, persoalan judi online tidak hanya berkaitan dengan kerugian finansial, tetapi juga dapat membawa dampak yang lebih luas terhadap individu, keluarga, dan lingkungan sosial. Sensasi kesenangan atau dopamin sesaat yang muncul dari aktivitas perjudian dapat mendorong perilaku berulang dan berisiko apabila tidak disadari serta dikendalikan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak berhenti sebagai penerima informasi, tetapi turut menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Dengan keterlibatan aktif RT, RW, dan masyarakat, pesan mengenai integritas, pencegahan korupsi, bahaya gratifikasi dan pungli, serta dampak judi online diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, PPATK, akademisi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun Jakarta Barat yang semakin sadar risiko, berintegritas, dan terlindungi dari berbagai bentuk kejahatan yang dapat mengancam ketahanan keluarga maupun kehidupan sosial.(I)