Kepala PPATK Ivan Yustiavandana Dianugerahi Bintang Mahaputera Utama
Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin secara langsung upacara kenegaraan penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada 141 pimpinan kementerian, lembaga, serta tokoh nasional yang dinilai telah memberikan kontribusi dan jasa luar biasa bagi bangsa dan negara, Senin (25/8).
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, menjadi salah satu penerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama, Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan negara atas jasanya di bidang hukum dan sistem keuangan negara, khususnya dalam memimpin PPATK memperkuat sistem pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang serta pendanaan terorisme.
Sejak dipercaya memimpin PPATK pada 2021, ia tercatat membawa lembaga ini mencatatkan sejumlah prestasi penting. Salah satu tonggak terbesar adalah diterimanya Indonesia sebagai anggota penuh ke-40 Financial Action Task Force (FATF) pada Oktober 2023 di Paris. Keanggotaan ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara G20 dalam penetapan standar global anti pencucian uang.
Di tingkat internasional, PPATK juga mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Best Egmont Case Award 2023 dalam forum Egmont Group. Penghargaan ini diberikan atas studi kasus terbaik yang menunjukkan efektivitas intelijen keuangan dalam mendukung penegakan hukum lintas negara.
Di dalam negeri, Ivan mendorong penguatan sistem nasional melalui penyusunan National Risk Assessment (NRA-ML dan NRA-TF), pengembangan Financial Integrity Rating (FIR), hingga implementasi mekanisme transaksi mencurigakan yang lebih cepat. Hasil kajian ini menjadi rujukan penting bagi penguatan pengawasan sektor perbankan.
Selain itu, PPATK di bawah kepemimpinannya juga mengantongi sejumlah penghargaan nasional, di antaranya BKN Award (2022), Anugerah Media Humas (2022), dan JDIHN Award (2022). Tahun lalu, lembaga ini juga menerima apresiasi pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI 2024), di Januari 2025 Kepala PPATK Ivan menerima penghargaan dari Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat atas kontribusi kerja sama Internasional dalam mendukung pemberantasan narkotika melalui analisis intelijen keuangan.
Penganugerahan Bintang Mahaputera Utama kepada Ivan Yustiavandana dinilai sebagai simbol pengakuan atas kerja kolektif PPATK dalam menjaga integritas sistem keuangan Indonesia.
Penghargaan ini melengkapi deretan prestasi PPATK dalam beberapa tahun terakhir dan menegaskan peran strategis lembaga PPATK sebagai garda depan perlindungan sistem keuangan nasional. (DF/BHS/VM)