Kolaborasi PPATK dan Pemprov DKI Jakarta Edukasi Masyarakat Bahaya Pencucian Uang
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta, menggelar acara edukasi bagi warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, pada Minggu (9/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Literasi Jakarta 2025 yang menyasar lebih dari 5.000 warga di sekitar rusun, dimulai dari 8 hingga 15 Februari 2025.
Pada hari kedua acara, PPATK menyajikan pemutaran film yang mengangkat isu serius tentang bahaya tindak pidana pencucian uang. Film-film yang diputar meliputi Hancur Sebab Judi, Surat Untuk Ayah, dan Uang Bersih, yang semuanya mengedukasi masyarakat tentang risiko yang dapat ditimbulkan oleh praktik-praktik ilegal, termasuk judi online, penipuan, dan pencucian uang.
Kegiatan yang digelar dalam memberikan literasi ini juga mencakup berbagai acara menarik, mulai dari senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga lomba menulis puisi dan menulis cerpen. Selain itu, acara ini juga diisi dengan mendongeng untuk anak-anak serta penyerahan buku dan rak buku untuk ruang baca rusun, yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi warga.
Syaefuloh, Kepala Dispusip Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyasar semua kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Menurutnya, potensi bahaya dari judi online tidak hanya terbatas di kalangan pelajar atau pekerja, tetapi juga semakin merambah ke keluarga. Oleh karena itu, Dispusip merasa penting untuk berkolaborasi dengan PPATK untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengenali dan mencegah risiko tersebut.
Selain pemutaran film dan lomba-lomba, salah satu highlight dari acara ini adalah diskusi literasi transaksi keuangan yang melibatkan berbagai pihak terkait. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam kepada warga mengenai cara-cara mencegah praktik pencucian uang serta pendanaan terorisme yang mungkin terjadi di sekitar mereka.
Kegiatan Gerakan Literasi 2025 ini juga semakin meriah dengan adanya pembacaan puisi dari Bilqis, juara Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) 2024. Bilqis membawakan puisi yang menginspirasi warga dan menambah suasana semarak pada acara ini.
Tidak hanya itu, unit Perpustakaan Masyarakat Jakarta (PERMATA) juga hadir dengan fasilitas lengkap, menawarkan berbagai buku digital dan konvensional, serta fasilitas wifi gratis, buku audio, dan panggung kreasi. Unit PERMATA sepanjang 14 meter ini juga dilengkapi dengan monitor jumbo untuk memudahkan warga dalam mengakses informasi, dan akan berkeliling di lima wilayah Jakarta, khususnya di area rusun, taman, dan lokasi strategis lainnya.
PPATK, sebagai lembaga yang memiliki komitmen tinggi dalam pemberantasan praktik pencucian uang dan pendanaan terorisme, berharap melalui kegiatan edukasi ini masyarakat semakin paham tentang bahaya yang mengancam perekonomian dan keamanan negara. PPATK juga bekerja sama dengan berbagai lembaga, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat untuk menyebarluaskan informasi dan mendorong kesadaran kolektif terhadap pentingnya kewaspadaan terhadap tindak pidana ini.
Dengan adanya kegiatan ini, PPATK berharap warga dapat lebih bijak dalam bertransaksi dan lebih waspada terhadap risiko-risiko yang berpotensi merugikan mereka. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih terinformasi dan terbuka terhadap literasi keuangan yang baik dan sehat.-- IN