Mitigasi Risiko Keuangan Sektor Energi dan Pertanian Untuk Generasi Mendatang

Jakarta – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, berkesempatan menjadi pemateri dalam Program Senior Management Course yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan di Kementerian Pertahanan. (21/1)

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi 201 peserta yang terdiri dari 3 matra TNI. Kepala PPATK membawakan materi bertajuk “Mitigating Financial Risks in Energy and Agriculture Investments”. Dalam paparannya, Ivan menyoroti pentingnya pengelolaan risiko keuangan di sektor energi dan pertanian, yang merupakan dua sektor strategis bagi perekonomian Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sektor ini rentan terhadap kejahatan keuangan, seperti pencucian uang dan pendanaan ilegal, yang dapat menghambat pertumbuhan investasi, serta menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa.

“Kedua sektor ini memiliki peran vital dalam ketahanan ekonomi dan kedaulatan nasional. Oleh karena itu, pendekatan yang sistematis dalam mitigasi risiko keuangan sangat diperlukan, mulai dari pengawasan transaksi hingga peningkatan transparansi dalam investasi,” jelas Kepala PPATK.

Pada kesempatan tersebut Kepala PPATK menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga pengawas untuk menciptakan sistem keuangan yang aman dan akuntabel. Ia menyebut bahwa penerapan teknologi, seperti kecerdasan buatan dan analitik data, dapat menjadi alat yang efektif dalam mendeteksi potensi risiko dan pola transaksi mencurigakan.

Kaprodi Ekonomi Pertahanan. Kolonel Sus Dr. Drs. Suwito, M.Si menjelaskan, “Sesi yang dibawakan Kepala PPATK  mendapatkan perhatian besar, dengan diskusi mendalam mengenai tantangan dalam mengelola risiko keuangan di tengah dinamika global dan perubahan regulasi.” kata Suwito.

Keterlibatan Kepala PPATK sebagai pemateri di Universitas Pertahanan ini menunjukkan komitmen PPATK dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman strategis guna mendukung terciptanya tata kelola keuangan yang bersih dan berintegritas. Program Senior Management Course Universitas Pertahanan yang diikuti oleh 201 peserta ini  diharapkan dapat terus menjadi wadah kolaborasi yang konstruktif bagi para pemimpin nasional di masa depan. (VM/MNK)