Seminar Nasional Kupas Tuntas Seluk Beluk Underground Economy, Kepala PPATK : Generasi Muda Harus Lebih Kreatif dan Aktif dalam Menjaga Masa Depan Bangsa

Jakarta - Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana sebagai salah satu Keynote Speaker bersama Wakil Menteri Keuangan, Dr. Anggito Abimanyu dan Roy Chan, Director of Moodys Analytics Singapore, dalam seminar nasional kupas tuntas seluk beluk underground economy dan aspek penerimaan negara yang diadakan oleh Universitas Perbanas pada Tanggal 10 Desember 2024.


Ekonomi bawah tanah ( underground economy ) merupakan fenomena yang sering terjadi di banyak negara atau yurisdiksi, termasuk Indonesia. Istilah underground economy merujuk pada berbagai kegiatan ekonomi yang dilakukan di luar pengawasan dan regulasi resmi pemerintah baik yang bersifat legal maupun ilegal, sehingga tidak tercatat dalam PDB (Pendapatan Domestik Bruto).


Kepala PPATK menerangkan “Ekonomi bawah tanah mencakup berbagai bentuk aktivitas yang tidak tercatat atau tidak dilaporkan dalam sistem ekonomi formal, seperti illegal logging , illegal fishing , money laundry , human trafficking , online gambling , illegal export & import , illegal mining , pekerjaan informal, aggresive tax planning , dan sebagainya. Terjadinya underground economy dapat bersifat sengaja, tersembunyi yang dapat merugikan negara. Oleh karena itu tugas generasi muda harus lebih kreatif dan aktif dalam menjaga masa depan bangsa dari underground economy , karena itu ambil lah NOW kalian sekarang untuk masa depan diri dan bangsa Indonesia untuk terbebas dari tindak kejahatan ekonomi dan puncucian uang” pesannya di akhir sambutan. VM/DF