Kontribusi Aktif Generasi Muda Anti Pencucian Uang
Jakarta – Jika sebelumnya telah berlangsung kompetisi Anti Money Laundering (AML) Counter Terrorism Financing (CTF) Office Battle yang diikuti oleh sejumlah pihak pelapor Penyedia Jasa Keuangan (PJK), kali ini giliran para generasi muda pelajar SMA/SMK sederajat yang turut berpartisipasi memeriahkan Gerakan Nasional (Gernas) 22 Tahun Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) dalam kompetisi AML Smart Competition 2024, yang diselenggarakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Setelah melakukan tahap penyisihan pada tanggal 16 Mei lalu, terpilihlah 9 SMA/SMK dari seluruh Indonesia yang berhak masuk ke babak semifinal, yang diselenggarakan pada Kamis, 30 Mei 2024 di Auditorium Yunus Husein, Gedung PPATK, Jakarta Pusat.
Sembilan SMA/SMK tersebut antaralain SMA Taruna Nusantara, MAN Insan Cendekia Serpong, SMK Negeri 10 Jakarta, SMA Negeri 53 Jakarta, SMA Negeri 2 Jakarta, SMA Negeri 6 Bogor, SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga, Global Sevilla Puri Indah, dan SMA Negeri 89 Jakarta.
Wakil Ketua Panitia AML-CTF Office Battle 2024, Andy Rio Handoko, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berharap akan pemahaman terkait Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme semakin kuat dikalangan pelajar Indonesia.
“Sekarang adalah momen yang pas untuk adik-adik semua memahami berbagai praktik pencucian uang yang sebenarnya merebak di sekitar kita. Sehingga, kelak jika menjumpai praktik tersebut, sudah tau harus bersikap apa,” lanjut pria yang akrab disapa Pak Andy ini.
Semifinal berlangsung seru. Kesembilan peserta secara aktif berebut menjawab sejumlah pertanyaan mengenai wawasan kebangsaan dan APUPPT. Setelah melalui berbagai proses dan penilaian oleh dewan juri terpilhlah 3 peserta yang berhak maju pada putaran final yaitu SMA Taruna Nusantara, SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga, dan SMA Negeri 6 Bogor.
Pada babak final, antusiasme penonton maupun finalis sangat terasa di dalam Auditorium. Para finalis Kembali berebut pertanyaan dan menjelaskan hasil Analisa atas sebut studi kasus terkait Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT), Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM), dan Laporan Transaksi Keuangan Langsung (LTKL). Adapun bertindak sebagai dewan juri dalam kompetisi ini antara lainMohammad Shalehuddin Akbar dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Endang Resmitowati dari PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk, dan Setiyana Ahmad Supangkat dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten, Tbk.
Setelah itu dewan juri kembali harus berdiskusi dan mempertimbangkan pemenang pada kompetisi ini, dan terpilih pemenang yaitu Juara diraih oleh 1 SMA Negeri 6 Bogor, Juara diraih oleh 2 SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga, dan Juara 3 diraih oleh SMA Taruna Nusantara.
Perwakilan Dewan Juri, Endang Resmitowati dari PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk mengungkapkan kekagumannya atas pemahaman yang cukup baik oleh generasi muda, terutama masih di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Seluruh finalis sudah sangat baik, mereka bisa memberikan analisis yang komprehensif. Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh finalis, karena sudah mulai tumbuh kesadaran akan pentingnya APUPPT sejak dini, meskipun masih perlu ditingkatkan kembali, bravo!,” Ungkap Endang.
Salah satu finalis dari SMA Taruna Nusantara, Naufal mengaku sangat senang bisa mengikuti AML Smart Competition 2024 dan berharap agar acara ini dapat menjadi acara tahunan.
“Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk kami, terlebih mengikuti lomba seputar APUPPT yang sangat relevan di sekitar kita, lombanya seru dan pertanyaannya menantang, dapat meningkatkan daya analisis serta kesadaran kami semua akan bahaya pencucian uang,” ujarnya.
Kompetisi ini bukan hanya tentang memenangkan gelar, tetapi juga tentang bagaimana para pelajar di Indonesia dapat semakin memahami tentang konsep maupun berbagai gerakan anti pencucian uang di Indonesia maupun secara global. Kontribusi aktif dan nyata mereka tetap selalu di nanti oleh bangsa ini kelak ketika mereka telah terjun dalam kehidupan bermasyarakat. (UFI/NDY)