PPATK Ajak Generasi Muda Gaungkan “Tangkal TPPU, Pangkal Siswa-Siswi Bermutu”

PPATK bersama PT Pegadaian memberikan edukasi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) kepada pelajar SMAN 65 Jakarta melalui kegiatan PPATK Mengajar, Selasa (22/9). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran generasi muda terhadap risiko kejahatan keuangan sejak dini.

Perwakilan SMAN 65 Jakarta, H. Gunawan, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan berharap pengetahuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi para siswa.

Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT PPATK, Supriadi, menegaskan pentingnya edukasi sejak dini. “Edukasi sejak dini penting untuk membentuk generasi anti pencucian uang,” tegas Supriadi.

Materi disampaikan oleh  Dimas Kenn Syahrir, yang juga merupakan alumni SMAN 65 Jakarta. Para siswa diperkenalkan dengan konsep TPPU, tahapan placement, layering, dan integration, serta berbagai modus kejahatan finansial seperti money mule, love scam, dan phishing.

“Jaga rekening, identitas, dan data pribadi. Jangan sampai kita dimanfaatkan menjadi bagian dari mata rantai kejahatan keuangan,” pesan Dimas.

Selain pemaparan, siswa juga diajak membahas ilustrasi kasus kejahatan keuangan, mulai dari narkotika, korupsi, judi online hingga penyamaran hasil kejahatan. Sementara itu, PT Pegadaian melalui Sri Nani Rosidawati mengingatkan pentingnya menjaga rekening dan aktivitas keuangan melalui pesan “Jaga Uang Kita, Jaga Masa Depan Kita”.

Kolaborasi ini diharapkan membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, waspada, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan keuangan serta turut membangun generasi anti pencucian uang.