Arsip : Penghubung Masa Lalu Dengan Masa Kini dan Pemandu Untuk Masa Depan

Jakarta -- Arsip bukan sekedar tumpukan kertas di lemari. Arsip merupakan rekam jejak perjalanan lembaga dan itulah semangat yang terasa di Auditorium Yunus Husein Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pagi ini (12/11). Melalui Rapat Koordinasi Hasil Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2025, PPATK berupaya meneguhkan komitmen untuk menjaga setiap dokumen agar tertata, aman, dan mudah ditelusuri.

Dalam pemaparan laporan hasil pengawasan kearsipan internal, Kepala Biro Umum selaku Kepala Unit Kearsipan PPATK M. Taufik Kurniawan mengatakan bahwa secara umum pengelolaan arsip di PPATK sudah baik. “Dari 16 unit kerja di PPATK, 7 unit mendapatkan nilai sangat memuaskan, sedangkan 9 unit mendapat nilai memuaskan” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa nilai tersebut diperoleh dari penilaian pada aspek penciptaan arsip, penggunaan arsip, pemeliharaan arsip, penyusutan arsip, sumber daya manusia kearsipan, serta sarana dan prasarana penyimpanan arsip.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana dalam sambutannya mengatakan arsip merupakan aset vital bagi kehidupan manusia. “Kita jangan bicara mengenai seberapa pentingnya arsip, tetapi coba kita berpikir, seberapa bahayanya kehidupan kita tanpa adanya arsip” pungkasnya.

Dengan nada penuh semangat Kepala PPATK menceritakan bahwa sebuah lembaga negara bisa saja mengalami permasalahan hukum jika dalam pengelolaan arsipnya tidak tertata dengan baik. “contoh kecil, notulensi dan daftar hadir rapat saja bisa menjadi bukti yang menguatkan posisi suatu lembaga yang sedang diterpa permasalahan hukum” tegasnya. Kepala PPATK mengapresiasi seluruh tim kearsipan yang telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik. 

Hadir sebagai narasumber utama Kepala Arsip Nasional, Mego Pinandhito mengatakan bahwa perkembangan teknologi saat ini berkembang pesat. “Saat ini arsip tidak hanya berupa arsip konvensional yg menggunakan media kertas, tetapi juga menggunakan media digital” ungkapnya. Arsip konvensional yang volumenya sudah sangat banyak menjadi tantangan tersendiri bagi arsiparis dalam proses digitisasinya. 

Sebagai bentuk apresiasi, dalam kesempatan yang sama PPATK memberikan penghargaan kepada unit kerja yang meraih nilai terbaik dalam pengelolaan arsip internal. Inspektorat, Biro SDM dan Organisasi dan Tata Laksana, dan Direktorat Hukum dan Regulasi tercatat sebagai unit yang berhasil menunjukkan kinerja unggul dalam menjaga ketertiban dan kelengkapan arsipnya. Penghargaan ini menjadi motivasi agar seluruh unit kerja terus meningkatkan komitmen terhadap pengelolaan arsip yang profesional dan berstandar tinggi. 

Di penghujung acara, para peserta tampak saling bertukar pandangan dan cerita kecil tentang bagaimana arsip di unit masing-masing kini mulai tertata lebih baik. Bukan hanya soal dokumen yang tersusun rapi, tetapi juga tentang tumbuhnya kesadaran bahwa setiap lembar arsip menyimpan nilai tanggung jawab dan sejarah lembaga.