Santri Nurul Huda Bekasi Belajar Lawan Pencucian Uang di Hari Santri Nasional

Bekasi, 22 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyelenggarakan kegiatan “PPATK Mengajar Goes To Pesantren” di Pondok Pesantren Nurul Huda, Setu, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PPATK untuk memperluas edukasi dan literasi anti pencucian uang serta pencegahan pendanaan terorisme (APUPPT) kepada kalangan santri sebagai generasi penerus bangsa.

Acara dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, KH Atok Romli Mustofa, Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT PPATK, Supriadi, serta para narasumber dari PPATK dan mitra lembaga keuangan, yaitu Dr. Dimas Kenn Syahrir, Anung Moko Prabowo dari Bank Syariah Indonesia, dan Rizki Bangun Saputra dari PT Pegadaian. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 600 santri yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Dalam sambutannya, KH Atok Romli Mustofa menyampaikan apresiasi atas inisiatif PPATK yang hadir langsung ke pesantren untuk memberikan edukasi mengenai bahaya kejahatan pencucian uang.

“Kita hari ini akan belajar dengan PPATK, mengajarkan santri melawan pencucian uang. Kita akan belajar mengenal beragam bentuk kejahatan pencucian uang, banyak pola-pola yang harus dikenal oleh para santri supaya bisa membentengi diri dan lingkungan kita dari beragam kejahatan tersebut, salah satunya dengan banyaknya jenis-jenis perjudian online yang marak belakangan ini,” ujar KH Atok Romli Mustofa.

Sementara itu, Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT PPATK, Supriadi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda pesantren dalam menjaga integritas sistem keuangan bangsa.

“Kami ingin para santri tidak hanya dikenal karena akhlakul karimahnya saja, tetapi juga karena ketajaman berpikir dan kewaspadaannya dalam menjaga bangsa ini dari ancaman kejahatan keuangan,” ungkapnya.

Narasumber dari PPATK, Dr. Dimas Kenn Syahrir, turut menekankan pentingnya nilai keadilan dalam sistem ekonomi syariah sebagai fondasi pencegahan kejahatan finansial. Selain itu, banyak membeberkan rahasia dapur penjahat dunia maya bentuk operasi penipuan online yang disampaikan dalam rangka membangun kewaspadaan kepada seluruh peserta terhadap maraknya penipuan online yang sering terjadi di masa sekarang.

Adapun narasumber dari Bank Syariah Indonesia meyakinkan BSI dan PPATK hadir untuk melindungi masyarakat Indonesia dari beragam bentuk penyalahgunaan sistem keuangan dari kejahatan. Sementara narasumber dari PT Pegadaian berkomitmen menjaga amanah pemerintah dalam meng-emaskan generasi muda Indonesia.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan Hadroh dari para santri Pondok Pesantren Nurul Huda serta pembagian hadiah bagi peserta yang aktif selama sesi tanya jawab. Antusiasme dan partisipasi tinggi para santri menunjukkan semangat besar kalangan pesantren dalam ikut serta menjaga bangsa dari ancaman kejahatan keuangan melalui pemahaman nilai-nilai integritas, kewaspadaan, dan tanggung jawab sosial.

Kegiatan “PPATK Mengajar Goes To Pesantren” merupakan bagian dari komitmen PPATK untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pesantren, dalam membangun ekosistem literasi keuangan yang bersih dan berintegritas di Indonesia.