PPATK Hadir dalam Financial Healing 2026: Dorong Literasi Keuangan melalui Pendekatan Seni dan Budaya

Jakarta – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), K.P. Ivan Yustiavandana, menghadiri kegiatan Wayang Kuliterasi yang diselenggarakan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan 2026 tersebut mengusung tema “Cerdas Literasi Keuangan Digital: Cerdas Bertransaksi, Bijak Berinvestasi.”

“Perputaran dana judi online untuk tahun ini saja mencapai sekitar Rp25 triliun,” ujar Ivan dalam sesi Wayang Interaktif.

Ivan mengatakan, besarnya perputaran dana tersebut menunjukkan bahwa judi online tidak hanya menjadi persoalan aktivitas perjudian, tetapi juga berkaitan dengan transaksi dan pergerakan dana dalam sistem keuangan. Karena itu, penelusuran aliran dana menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengungkap dan memutus ekosistem judi online.

Ivan menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya memiliki hak untuk memiliki dan mengelola kekayaan dalam jumlah berapa pun. Namun, kekayaan tersebut harus berasal dari sumber yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan dari hasil tindak pidana.

Menurut Ivan, peningkatan literasi keuangan digital juga diperlukan agar masyarakat mampu mengenali risiko transaksi keuangan serta lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.

Dalam kegiatan tersebut, Ivan turut menyerahkan wayang Puntadewa kepada dalang Ki Amar Pradopo sebagai bagian dari prosesi pembukaan pertunjukan. Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan lakon “Pandawa Kalah Judol” yang mengangkat isu judi online melalui pendekatan budaya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BP BUMN K.R.T. Tedi Bharata, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara K.P. Narendra Jatna, serta Direktur BCA K.R.T. Antonius Widodo.