Cegah Sejak Dini, PPATK Edukasi Siswa SMAN 78 Jakarta Soal Bahaya TPPU

PPATK bersama PT Pegadaian menggelar kegiatan PPATK Mengajar Goes to SMAN 78 Jakarta, Selasa (30/9), sebagai upaya meningkatkan literasi generasi muda terhadap tindak pidana pencucian uang, kejahatan keuangan digital, serta berbagai modus penipuan yang berkembang di Masyarakat, khususnya para pelajar.

Kehadiran PPATK dan PT Pegadaian disambut baik oleh Kepala Sekolah SMAN 78 Jakarta, Marjuki Miad. “Kegiatan edukasi ini menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk memperoleh pengetahuan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menghadapi risiko kejahatan dan penipuan di ruang digital,” tegasnya. 

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Deputi Bisnis Area Kalideres PT Pegadaian Sunaryati, yang menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT PPATK Supriadi menegaskan bahwa edukasi sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun kewaspadaan generasi muda terhadap risiko kejahatan keuangan.

Endah Wintarsih, Staf Senior Teknologi Informatika PPATK, yang juga merupakan alumni SMAN 78 Jakarta turut hadir sebagai narasumber. Endah mengajak para pelajar memahami bagaimana penipuan digital bekerja, mulai dari membangun kepercayaan, memanfaatkan rasa takut atau iming-iming keuntungan, mengarahkan korban pada tautan palsu, hingga mencuri data pribadi. Perkembangan teknologi seperti AI dan deepfake juga menjadi perhatian karena dapat membuat penyamaran identitas dan komunikasi palsu yang terlihat semakin meyakinkan.

 “Pelaku penipuan digital tidak selalu langsung meminta uang. Mereka bisa lebih dulu membangun kepercayaan, memancing emosi, lalu mengarahkan korban untuk membuka tautan atau menyerahkan data pribadi. Karena itu, jangan mudah percaya pada pesan yang mendesak, tawaran yang terlalu menggiurkan, maupun komunikasi yang mengatasnamakan pihak tertentu tanpa memastikan kebenarannya melalui kanal resmi,” pesan Endah.

Dari sisi literasi keuangan, para pelajar juga mendapat pembekalan dari Meta Rizki, Officer PT Pegadaian. Sesi ini melengkapi pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tawaran keuangan yang berpotensi merugikan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan presentasi kelompok. Para pelajar menganalisis sejumlah studi kasus, mulai dari judi online, penyalahgunaan perusahaan untuk menyamarkan hasil kejahatan, narkotika, hingga aplikasi investasi bodong. Melalui kegiatan tersebut, peserta dilatih mengenali asal-usul dana, pola transaksi, serta cara pelaku menyamarkan hasil kejahatan.

PPATK Mengajar mendorong generasi muda untuk semakin kritis, menjaga data pribadi dan rekening, tidak mudah tergiur hasil instan, serta berperan aktif dalam membangun budaya anti pencucian uang sejak dini.