PPATK Tampil dengan Booth Interaktif, Raih Atensi Lebih dari 800 Pengunjung Hakordia 2025 di Yogyakarta
Yogyakarta, 9 Desember 2025 – Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Yogyakarta pada 6-9 Desember lalu menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat nasional melawan korupsi. Dengan tema "Satukan Aksi, Basmi Korupsi", acara ini untuk pertama kalinya digelar di luar Jakarta, menekankan keterlibatan masyarakat luas di tingkat daerah. Selain panggung hiburan yang menampilkan artis seperti Ndarboy Genk, Shaggydog, dan Letto, Hakordia 2025 diramaikan juga oleh Integrity Expo di Benteng Vredeburg, di mana berbagai lembaga negara, BUMN, dan swasta berpartisipasi. Di antaranya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang hadir dengan booth menarik dan berhasil mendapatkan perhatian engunjung, tercatat lebih dari 800 orang yang datang untuk belajar tentang pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Booth PPATK dirancang secara interaktif, menyajikan edukasi melalui permainan edukatif, simulasi kasus, dan konsultasi langsung dengan para ahli. Pengunjung, yang terdiri atas pelajar, profesional, hingga masyarakat umum, antusias berpartisipasi dalam sesi-sesi ini, yang bertujuan membuat isu keuangan lintas batas lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Partisipasi ini bukan hanya sekadar pameran, melainkan upaya nyata untuk memperkuat ekosistem antikorupsi melalui peningkatan kesadaran publik tentang transaksi mencurigakan. Tingginya angka pengunjung menunjukkan tingginya minat masyarakat Yogyakarta terhadap topik terkait antipencucian uang, yang sering kali terasa abstrak namun krusial dalam memerangi korupsi sistemik.
Selain booth PPATK, Integrity Expo juga menampilkan partisipasi dari lembaga lain seperti Mahkamah Agung (MA), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan BPJS Kesehatan, yang masing-masing menyuguhkan konten edukatif unik. Secara keseluruhan, peringkatan Hakordia 2025 mencakup kegiatan seperti Hakordia Fun Run 5K di Malioboro, pagelaran seni dan budaya di Titik Nol Yogyakarta, serta talkshow kolaboratif yang melibatkan komunitas lokal. Khusus di Benteng Vredeburg, expo ini menjadi ruang interaksi langsung antara lembaga pemerintah dan masyarakat. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyatakan dukungan penuh dari pemerintah daerah, menjadikan kota ini sebagai simbol integritas dalam gerakan antikorupsi nasional.
Partisipasi PPATK dalam Hakordia 2025 tidak hanya meningkatkan awareness publik, tetapi juga memperkuat jaringan antarlembaga dalam hal asset recovery, pengawasan transaksi keuangan, dan pencegahan tindak pidana korupsi. Melalui booth ini, PPATK berhasil menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda, yang diharapkan menjadi agen perubahan di masa depan. Acara ini juga menandai kolaborasi erat antara KPK dan lembaga seperti PPATK, yang telah terbukti efektif dalam penanganan kasus-kasus besar. Dengan hadirnya ribuan peserta secara keseluruhan, Hakordia 2025 di Yogyakarta membuktikan bahwa gerakan antikorupsi bisa efisien, inklusif, dan menarik bagi semua kalangan.