PPATK Resmikan 5 Sumur Bor di Kupang, Wujud Nyata Gerakan Nasional 23 Tahun Anti Pencucian Uang
Kupang — Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana meresmikan lima sumur bor di wilayah rawan krisis air bersih di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), (12/08). Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional 23 Tahun Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal.
Acara dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakapolda NTT Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, perwakilan Kajati NTT, Korem 161/Wirasakti, Lantamal VII Kupang, Direktur Kepatuhan BPD NTT Christofel S.M. Adoe, perwakilan Bank Indonesia NTT, Kepala OJK NTT Japarmen Manalu, Ketua Gerakan Nasional Sri Bagus Arosyid, dan Wakil Ketua Brigjen Pol. Moh. Irhamni.
Lima sumur bor dibangun di Kelurahan Belo (80 meter), Kelurahan Batuplat (45 meter), Desa Penfui Timur (75 meter), Kelurahan Liliba, dan Kelurahan Alak (63 meter). Selain peresmian, dilakukan penanaman pohon di Kelurahan Alak sebagai simbol kepedulian lingkungan.
“Kami ingin memastikan gerakan pencegahan pencucian uang juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Menjaga bumi berarti menjaga NKRI,” ujar Ivan.
Gubernur NTT mengucapkan terima kasih kepada PPATK dan panitia yang telah membantu membangun sumur, “kehadiran sumur bor ini akan sangat membantu warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air layak konsumsi, warga yang selama ini harus mengeluarkan tujuh ratus sampai satu juta perbulan untuk membeli air bersih perkeluarga dengan adanya sumur air bersih dapat menghemat pengeluarannya.“ ujar Gubernur NTT dalam sambutannya.
Direktur Kepatuhan BPD NTT Christofel berpesan, “Semoga sumur bor ini menjadi simbol kepedulian yang terus mengalir, seperti air dalam sumur ini, serta menjadi komitmen kita bersama untuk melawan kejahatan keuangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”
Kini, di tepian sumur bor yang baru, anak-anak bermain sambil memercikkan air ke wajah mereka. Dimata mereka, air yang mengalir bukan sekedar untuk diminum, namun jg memberikan asa akan kehidupan yang lebih baik menyongsong indonesia emas 2045.VM