Best Report Award 2025: Apresiasi untuk Inovasi dalam Mencegah Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme

Jakarta, 4 Juni 2025 --- Masih dalam menyemarakkan Gerakan Nasional 23 Tahun Anti Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APUPPTPPSPM) Pusat Pelaporan dan Analis dan Transaksi Keuangan (PPATK) bersama dengan Asosiasi Analisis Transaksi Keuangan Indonesia (AATKI) menyelenggarakan Seminar dan Penganugerahan Best Report Award (BREW) Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2023. Acara ini dipimpin oleh Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana dan dihadiri oleh Direktur Kepatuhan Bank Danamon Rita Mirasari, Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri Eka Fitria, Direktur Utama PT Aset Digital Berkat (Tokocryppto) Calvin Kizana, serta seluruh perwakilan dari peserta BREW Tahun 2025. 

Dalam sambutannya, Ketua Asosiasi Analis Transaksi Keuangan Indonesia (AATKI) Budi Saiful Haris mengatakan, dalam waktu dua tahun terakhir, kita semua menyaksikan perkembangan kejahatan pencucian begitu massif, kerugian negara besar dan kecepatan pergerakan uang hasil kejahatan yang begitu cepat. “Khususnya terkait dengan dengan kejahatan scam, perjudian, narkotika dan korupsi yang mengombinasikan teknik manipulasi yang canggih, memanfaatkan perkembangan teknologi dan memanfaatkan berbagai kelemahan dan kerentanan industri keuangan untuk melakukan pencucian uang,” papar Budi.

Lebih lanjut Budi menyampaikan bahwa kondisi saat ini masih banyak tantangan yang dihadapi bukan hanya dari para pelaku pencucian uang saja, tetapi munculnya para professional money launderer yang membuat proses analisis transaksi keuangan makin menantang. “Untuk itu BREW hadir sebagai bagian dari rangkaian riset dalam menyusun referensi mengenai best practices dalam menangani kejahatan pencucian uang dan kejahatan terorganisasi lainnya,” ungkap Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana memberikan apresiasi kepada seluruh para pemenang dan peserta BREW atas partisipasi dan inovasi yang telah dilakukan dalam memberantas APUPPT dan PPSPM. “Saya ucapkan selamat kepada para pemenang BREW, dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah ikut serta dalam kegiatan ini,” ucap Ivan.

Lebih lanjut, Ivan mengatakan bahwa pemberantasan APUPPT dan PPSPM bukan hanya tugas dari PPATK, tetapi juga tugas seluruh elemen bangsa yang terdiri dari aparat penegak hukum, pihak pelapor, regulator, dan masyarakat.

“Takdir kita saat ini untuk menumpas, itu semua. Bebaskan Indonesia dari para pelaku kejahatan keuangan yang merugikan bangsa dan negara. Kita harus bersih dan kita harus kuat bersinergi,” tegas Ivan.
Rangkaian kegiatan BREW dimulai sejak April yang terdiri atas proses seleksi administrasi, yang menghasilkan 30 peserta penjurian dengan kriteria penilaian keandalan sistem deteksi, kedalaman analisis, value added analisis, yang kemudian menghasilkan 10 finalis yang harus melalui tahapan indepth interview dan presentasi. Adapun para pemenangnya adalah Bank OCBC (juara 1), Bank Danamon (juara 2) dan Bank Mandiri (juara 3). Inovasi terbaik yang disampaikan dalam penghargaan ini diharapkan bisa menjadi tolak ukur dan peningkatan kualitas pelaporan secara kolektif. Dvy