Orasi Ilmiah di Perbanas, Kepala PPATK Ingatkan Kejahatan Perbankan Akan Semakin Canggih
Jakarta - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menghadiri Acara Wisudawan Perbanas Institute yang bertema “Synergy for Sustainability: Progressing into The Future” di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Kamis, 25 Juli 2024. Dalam acara ini, Ia memberikan orasi ilmiah dihadapan seluruh civitas akademika, yang terdiri dari 951 wisudawan, rektor, dekan, dosen dan pengurus Yayasan Pendidikan Perbanas serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristek Dikti).
Kepala PPATK mengatakan saat ini memasuki era technoism dimana semuanya serba menggunakan teknologi. Pun termasuk tindak kejahatan. Tindak kejahatan banyak menggunakan pemanfaatan teknologi, yang salah satu sasarannya adalah "melalui" industri perbankan.
“Apa hubungannya saya berbicara seperti ini dihadapan wisudawan Perbanas? Karena teman-teman sekalian sebagai garda terdepan menyambut revolusi industri keuangan yang serba menggunakan teknologi. Karena, target kemajuan AI, Robot, dsb adalah industri keuangan. Masalahnya, industri keuangan adalah target Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang modusnya dapat bertransformasi dalam menyembunyikan harta kekayaan ilegal,” ungkap Ivan
Lebih lanjut, Ia mengatakan perkembangan kejahatan tindak pidana pencucian uang yang berawal dari person to person, menjadi person to business lanjut menjadi fintech to fintech. Oleh karena itu, kejahatan pencucian uang yang memanfaatkan teknologi tersebut harus diberantas dengan cara yang sama. Yakni pemanfaatan teknologi untuk pemberantasan yang bisa membedakan indikasi TPPU, berasal dari narkoba, illegal logging, dsb.
“Saat ini yang dicuri bukan hanya barang tapi juga informasi,” ungkapnya.
Terakhir, Kepala PPATK mengingatkan kepada para wisudawan untuk lebih memanfaatkan lagi value gelar sarjana yang didapatkan dari Perbanas. Dan, value tersebut diharapkan dapat bermanfaat dan menebar kebaikan lebih untuk orang banyak.
“Saya bisa memiliki gelar, tapi hak gelar itu bukan melekat pada saya sendiri tapi pada orang-orang yang hidup bersama saya,” ujarnya.
Diketahui, Acara Wisudawan Perbanas Institute turut dihadiri oleh Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) Supriadi, Plh. Biro SDM PPATK Ni Komang Wiska Ati Sukariyani dan Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT Adhitya Abriansyah. Adapun dari civitas akademika lingkungan Perbanas Institute, yaitu Ketua Senat Akademik, Ketua Yayasan Pendidikan Perbanas Haryanto Budiman, Rektor Perbanas Institute Herman Siregar dan perwakilan LLDIKTI Wilayah III Kemenristekdikti. (PR/DF)