13 Juli 2020, 15:31 WIB | Telah dibaca : 3840 kali
Jumatan, Wajah Baru Komunikasi Publik PPATK

 

Kekhasan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan sebagai lembaga intelijen keuangan tidak melepaskannya dari tugas melaksanakan fungsi komunikasi dan edukasi kepada publik. Sepanjang 18 tahun usianya, komunikasi publik PPATK dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan dan memberi pemahaman tentang anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme di Indonesia. Pelaksanaannya diwujudkan dalam beragam bentuk, baik itu elektronis maupun non elektronis, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi.

 

Evolusi Humas

Komunikasi publik yang identik dengan tugas kehumasan telah melalui proses evolusi seiring transformasi teknologi informasi. Di era 1960 hingga 1970-an, komunikasi publik suatu lembaga diwujudkan dalam pemberitaan di media cetak dan media elektronik seperti radio dan televisi. Blocking time menjadi hal yang penting, guna memastikan relevansi dan aktualitas lembaga terus mengudara. Monitoring atas pemberitaan yang terkait dengan citra lembaga cukup melalui koran, majalah, radio, dan televisi, dengan jumlah saluran yang notabene masih sangat terbatas. Masa ini lazim disebut era Humas 1.0.

Di masa Humas 2.0, kelahiran media dalam jaringan (daring) telah dimulai. Jika era Humas 1.0 masih identik dengan deadline yang ditetapkan di sore hari, Humas 2.0 menjadikan deadline adalah setiap waktu. Arus informasi bertebaran lebih deras, di mana awak media bisa membuat berita kapan saja, di mana saja, bahkan dengan tema apapun. Media arus utama seperti Kompas hingga Tempo juga telah memperluas jangkauannya ke platform digital. Hal ini membuat model komunikasi publik suatu lembaga turut berkembang, di mana berita tidak hanya disajikan melaui ruang koran, majalah, dan televisi, tetapi juga dengan berselancar di dunia maya. Komunikasi publik lembaga dituangkan dalam website resmi lembaga, dengan indikator utamanya adalah jumlah pengunjung di website tersebut.

Humas 3.0 memunculkan media sosial yang bergerak secara progresif. Kehadiran Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Blog, dan sejenisnya membuat profesi pembuat berita tidak lagi dimonopoli kalangan jurnalis. Siapapun bisa mengunggah berita, kapanpun, di manapun, dengan tema apapun. Ruang terhadap kemunculan seniman-seniman baru bermunculan, melahirkan istilah selebtwit, selebgram, influencer, dan lainnya. Edukasi publik suatu lembaga dapat tersalurkan lewat channel resmi di berbagai platform tersebut, dengan centang biru sebagai indikator keabsahannya. Di era ini, jumlah followers di media sosial berikut engagement menjadi faktor yang sangat krusial menentukan kesuksesan komunikasi dan edukasi publik suatu lembaga. Satu hal yang sangat positif di era ini adalah, terbukanya ruang komunikasi dua arah antara pembuat konten dan netizen yang menyaksikannya.

Seiring kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan big data, era Humas 4.0 pun hadir. Masa di mana robot sudah mampu mengambil alih peran manusia dalam mencari bahan, menulis, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan dalam pengemasan suatu konten informasi. Masa ini membuang jauh-jauh kesan Humas yang bekerja dalam durasi 7x24 jam, karena tiap detiknya kini menjadi kian penting. Kompetisi tenaga kehumasan tidak lagi dengan kompetitor dari dalam dan luar negeri, tetapi juga dengan robot!

 

Podcast JUMATAN

Humas PPATK mengemban misi sebagai jembatan penghubung antara masyarakat umum dengan lembaga. Peran ini menuntut inovasi yang tidak pernah berhenti, guna memastikan kerja nyata PPATK tersampaikan kepada publik. Lebih jauh, peran PPATK tidak hanya menyampaikan akuntabilitas kerjanya, tetapi juga mengedukasi masyarakat dengan konten informasi tentang pencucian uang, pendanaan terorisme, dan kejahatan keuangan terkait lainnya. Sebagai focal point pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan tindak pidana pendanaan terorisme (TPPT), peran PPATK tidak sekadar melaksanakan core business utamanya, tetapi juga memastikan keberadaan PPATK tetap relevan dan dibutuhkan di tengah arus informasi yang berseliweran tanpa henti.

Menyusun konten komunikasi dan edukasi publik PPATK tidak sepenuhnya mudah. Citra PPATK terbangun sebagai lembaga yang “serius” dan identik dengan serba rahasia. Selain itu, konten-konten kreatif yang menjadi wajah edukasi publik tiap lembaga pemerintah juga berkembang makin kompetitif, khususnya yang terkait langsung dengan area pelayanan publik. Dengan ragam tantangan tersebut itulah, pengemasan komunikasi publik PPATK menjadi faktor yang harus diperhatikan secara serius. Humas PPATK harus mampu mengelaborasi berbagai strategi di era Humas 1.0, 2.0, 3.0, hingga 4.0 guna menghasilkan konten yang bermutu dan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat awam.

 Di tahun 2020, terobosan komunikasi publik PPATK diwujudkan dalam program baru berbentuk podcast. Podcast, yang terlahir sejak era Humas 3.0, menjadi wajah baru komunikasi publik PPATK yang baik guna mengedukasi masyarakat, khususnya netizen di dunia maya. Podcast menjadi sarana yang efektif untuk menjangkau ribuan masyarakat dalam waktu singkat, tanpa harus melakukan mobilisasi fisik yang menguras waktu dan tenaga. Masa pandemi menjadi salah satu faktor yang memperkuat perlunya PPATK mengubah wajah komunikasi publiknya, yang selama ini masih cukup didominasi kegiatan berbentuk tatap muka.

Podcast PPATK dituangkan dalam format audio dan video, yang dapat diakses melalui kanal Youtube dan Spotify. Mengambil nama JUMATAN (Jumpa PPATK Pekanan), podcast PPATK mulai mengudara sejak Juli 2020 dengan menampilkan Kepala PPATK Dian Ediana Rae sebagai narasumber perdana. Hingga kini, JUMATAN telah memproduksi 12 konten dengan isu strategis yang berbeda. Berbagai tema tersebut antara lain “Kerja PPATK di Masa Pandemi”, “Optimalisasi Kompetensi Pihak Pelapor di Era New Normal”, “Reformasi Birokrasi menuju PPATK yang Responsif dan Efisien”, “Akses Informasi Publik di PPATK Mudah dan Helpful Banget”, dan berbagai topik lainnya.

Keberadaan JUMATAN menjadi krusial dalam mengubah wajah komunikasi publik PPATK di tengah pandemi yang belum mereda. Dari sisi masyarakat, terutama warganet, JUMATAN menjadi sarana untuk mengetahui fokus utama kerja PPATK saat ini. Di manapun dan kapanpun, netizen di dunia maya dapat mengakses informasi mengenai PPATK dan isu terkini pencucian uang yang disampaikan oleh narasumber yang kapabel. Dari sisi PPATK, JUMATAN menjadi bentuk akuntabilitas PPATK kepada publik, bahwa komitmen dan kerja nyata PPATK tetap berlangsung guna memastikan penegakan hukum berjalan optimal dan integritas sistem keuangan tetap terjaga.

 

Tri Andriyanto

Pranata Humas PPATK

Tags : Podcast, JUMATAN
 
0 KOMENTAR
Periksa keamanan
Masukan tulisan dibawah ini
Tidak terbaca? muat ulang
500 Karakter yang tersisa