07 November 2018, 09:09 WIB
The 4th Counter-Terrorism Financing Summit: Sinergi Regional Rumuskan Solusi Pencegahan Pendanaan Terorisme

Untuk keempat kalinya secara berturut-turut, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjadi co-host dalam penyelenggaraan forum regional yang dikenal dengan The 4th Counter-Terrorism Financing Summit (CTF Summit), 5-8 November 2018, bertempat di Bangkok, Thailand. Kegiatan ini diselenggarakan berkat sinergi yang terjalin optimal antara lembaga intelijen keuangan Thailand (Thailand’s Anti-Money Laundering Office/AMLO), lembaga intelijen keuangan Australia (Australian Transaction Reports and Analysis Centre/AUSTRAC), dan PPATK.

The 4th CTF Summit menjadi suatu forum regional yang diakui eksistensi dan perannya secara global, yang telah menghasilkan kesepakatan bersama di tingkat regional Asia Tenggara dan Australia dalam bentuk pertukaran informasi intelijen terkait pendanaan terorisme. CTF Summit menjadi tempat berkumpul tidak kurang dari 350 peserta yang terdiri atas pemimpin lembaga intelijen keuangan, pimpinan Penyedia Jasa Keuangan (PJK), penegak hukum, pembuat kebijakan di berbagai Kementerian/Lembaga terkait, untuk membuat terobosan di bidang pencegahan pendanaan terorisme, seperti di pertemuan sebelumnya yang menghasilkan dokumen Asesmen Risiko Regional tentang Pendanaan Terorisme, yang menjadi rujukan dalam penyusunan asesmen sejenis di kawasan lain.

Berbagai kegiatan yang menjadi fokus dalam the 4th CTF Summit antara lain mengidentifikasi afiliasi ISIS di kawasan Asia Pasifik serta perkembangan organisasi teroris lainnya, peluncuran asesmen regional tentang indikator red flag pada non-profit organizations (NPO), pembangunan platform pertukaran informasi yang aman terkait pendanaan terorisme, menjalankan program pertukaran analis multilateral, berbagi pengalaman terkait upaya-upaya tiap negara dalam mengatasi pendanaan terorisme, hingga menjajaki adanya peluang lebih lanjut dalam memperkuat kerja sama lembaga intelijen keuangan di kawasan Asia Pasifik dalam memberantas ancaman kejahatan transnasional, seperti korupsi dan perdagangan/penyelundupan manusia.

Acting Secretary General AMLO Preecha Jaroensahayanon menyampaikan bahwa CTF Summit merupakan suatu kesempatan emas untuk mengembangkan kerja sama pencegahan pendanaan terorisme di kawasan regional, apalagi melihat perkembangan terorisme dan pendanaan terorisme menjadi semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi. “Aparat penegak hukum tidak boleh tertinggal arus perubahan yang terus berkembang, apalagi bila itu membuat metode pendanaan terorisme menjadi semakin kompleks karena perkembangan teknologi informasi,” katanya.

CEO AUSTRAC Nicole Rose menyatakan forum CTF Summit sangat krusial dalam upaya bersama mencegah pendanaan terorisme di kawasan Asia Pasifik. “Terorisme adalah salah satu kejahatan dengan ancaman paling signifikan yang kita hadapi bersama. AUSTRAC berkomitmen untuk memainkan peran lebih jauh bersama lembaga-lembaga terkait di berbagai negara,” ujarnya.

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin menegaskan bahwa CTF Summit adalah platform yang sempurna dalam mencegah dan memberantas pendanaan terorisme di kawasan Asia Pasifik. “CTF Summit menjadi momentum yang tepat bagi instansi terkait di kawasan Asia Pasifik dalam mengidentifikasi ancaman dari kejahatan transnasional. CTF Summit juga diharapkan dapat memetakan risiko dari sektor-sektor yang berisiko terhadap pendanaan terorisme, sekaligus memberikan solusi yang paling efektif,” tuturnya.

The 4th CTF Summit mengangkat tema “Regional Synergi for Regional Solutions”. Diangkatnya tema ini tidak lepas dari makin kompleknya segala bentuk kejahatan transnasional, baik karena perubahan doktrin, pola, serta meningkatnya ancaman yang dibawa oleh foreign terrorist fighter ke kawasan Asia Pasifik. Sinergi bersama seluruh pihak yang terkait, baik itu penegak hukum, praktisi industri keuangan, dan pembuat kebijakan akan menciptakan aliansi regional yang efektif dalam merumuskan solusi pencegahan pendanaan terorisme. Hasil dari The 4th CTF Summit akan disampaikan dalam penutupan kegiatan dalam bentuk Bangkok Communique.