17 April 2017, 14:28 WIB | Telah dibaca : 254 kali
HUT PPATK ke-15: Sejarah adalah Guru Kehidupan

Kepala PPATK memberikan amanat dalam upacara peringatan HUT PPATK ke-15 (Foto: PPATK)

 

JAKARTA -- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 pada Senin, 17 April 2017. Kegiatan perayaan HUT kali ini dirayakan secara sederhana dalam bentuk pertandingan olahraga untuk internal pegawai, pembagian bakti sosial, pelaksanaan upacara, hingga mengundang Presiden RI periode 1998-1999 Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie. Layaknya pergantian usia pada umumnya, Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin menyampaikan sekalipun sudah cukup banyak capaian yang ditoreh PPATK selama ini, masih banyak pula hal-hal yang perlu dilengkapi dan diperbaiki.

"PPATK telah meraih peringkat dua dalam penilaian Keterbukaan Informasi Publik. Belum lama kita juga berhasil meraih Predikat A untuk Akreditasi Kearsipan, serta berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 10 tahun berturut-turut. Namun ke depan, tantangan belum akan berakhir. Sebagaimana para bijak bestari menyampaikan, 'Historia magistra vitae' sejarah adalah guru kehidupan. Kita harus senantiasa mengaca dan belajar dari masa lalu untuk perbaiki masa-masa berikutnya." kata Kepala PPATK dalam amanat yang disampaikan dalam upacara peringatan HUT.

Kepala PPATK juga menambahkan perjalanan 15 tahun PPATK akan lebih bermakna apabila seluruh elemen di dalamnya mampu merefleksikan peran dan kedudukan masing-masing untuk kemudian dapat melakukan perbaikan-perbaikan yang baik dengan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, pofesionalisme, kerahasiaan dan kemandirian. Kegiatan HUT PPATK ke-15 ini sendiri mengambil tema "Meningkatkan Integritas dan Kredibilitas Sistem Keuangan dan Ekonomi untuk Mendukung Pembangunan Bangsa”. (TA)

Tags : HUT PPATK, 17 April 2017, 15 Tahun PPATK
 
0 KOMENTAR
Periksa keamanan
Masukan tulisan dibawah ini
Tidak terbaca? muat ulang
500 Karakter yang tersisa