Laporan Terbaru FATF: Perkembangan Gaming dan Perjudian Memperluas Risiko Keuangan Ilegal

| 0
F inancial Action Task Force (FATF) menerbitkan laporan Risks of Gaming and Gambling yang mengkaji perkembangan risiko pencucian uang, pendanaan terorisme (terrorist financing), dan pendanaan proliferasi pada sektor gaming dan gambling (perjudian) yang terus berkembang seiring dengan peningkatan penggunaan platform maupun pembayaran online/daring lintas negara. Berdasarkan temuan FATF, risiko pencucian uang melalui aktivitas perjudian tetap menjadi perhatian utama di banyak yurisdiksi. Kasino dan taruhan olahraga, baik yang beroperasi secara fisik maupun daring memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan beberapa bentuk perjudian lainnya. Sementara itu, meskipun aktivitas gaming/permainan memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan perjudian, namun penyalahgunaannya untuk pencucian uang masih terjadi dalam skala yang lebih terbatas. Laporan FATF ini juga menyoroti terkait dengan meningkatnya keterkaitan antara platform gaming dan perjudian dengan media sosial dan berbagai platform digital lainnya. Keterhubungan tersebut seringkali dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aktivitas ilegal, termasuk promosi perjudian ilegal, perekrutan pihak perantara perjudian, hingga aktivitas yang berkaitan dengan pendanaan terorisme. FATF juga mencatat bahwa penyalahgunaan sektor perjudian sering kali berkaitan dengan kejahatan lain seperti korupsi, penipuan berbasis teknologi, jaringan pencucian uang profesional, dan kejahatan terorganisir lainnya. Salah satu perhatian utama yang diidentifikasi FATF adalah maraknya perjudian ilegal dan perjudian lintas negara yang beroperasi tanpa izin dari otoritas setempat. Di sejumlah negara, ukuran pasar perjudian ilegal bahkan melampaui pasar perjudian yang legal. Kondisi tersebut diperburuk oleh perkembangan teknologi yang memungkinkan pelaku dan pengguna mengakses layanan secara lebih mudah dan anonim.