29 Maret 2017, 08:21 WIB | Telah dibaca : 333 kali
Kepala PPATK: Terima Kasih Insan Media!

Bertanding paintball bersama dengan insan media, hilangkan sekat yang membatasi PPATK dengan media massa (foto: PPATK)

 

BOGOR -- Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin menyampaikan ucapan terima kasih dan berharap hubungan PPATK dengan insan media terjalin semakin erat. Hal ini disampaikannya dalam penutupan kegiatan Diskusi PPATK dengan Media Massa yang bertempat di Aston Hotel & Resort Bogor, Jumat (25/3). Kegiatan berlangsung selama dua hari sejak Kamis (24/3). Dalam kegiatan ini Kepala PPATK menyampaikan berbagai tantangan yang sedang dihadapi PPATK ke depan serta menghimpun berbagai masukan dari insan media yang hadir.

"Tantangan yang dihadapi PPATK bukan semata mengurus perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU), korupsi, dan terorisme. Kenyataannya semua tindak pidana dengan ancaman hukuman diatas 4 (empat) tahun penjara akan bersinggungan dengan kerja kami seperti tertuang di Pasal 2 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Tantangan yang juga masih kami hadapi adalah soal persentase tindak lanjut Hasil Analisis (HA) PPATK yang masih dibawah 50%. Karena itu baru saja Bapak Presiden mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2017 tentang Optimalisasi HA dan Hasil Pemeriksaan (HP) PPATK," kata Kepala PPATK dalam sambutan di awal acara.

Sesi diskusi ini juga diisi oleh Direktur Pemeriksan dan Riset Ivan Yustiavandana, Ketua Kelompok Riset I Nyoman Sastrawan, serta Peneliti Senior PPATK Patrick Irawan. Paparan yang disampaikan terkait dengan ancaman penyalahgunaan Financial Technology (Fintech), perkembangan Mutual Evaluation Review (MER) oleh asesor Asia/Pacific Group on Money Laundering (APG) yang akan dihadapi Indonesia pada 2017, penyampaian proses pembentukan serta hasil National Risk Assessment (NRA), Regional Risk Assessment on Terrorist Financing (RRA), serta Indeks Persepsi Publik tentang Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (IPP APUPPT), hingga simulasi melakukan pencucian uang yang membagi para wartawan yang hadir dalam beberapa kelompok.

Diskusi berjalan dengan hangat dan dinamis, dengan pertanyaan serta masukan yang menjadi masukan berharga bagi PPATK. Pertanyaan yang muncul antara lain mengenai tindakan yang dilakukan PPATK saat mengetahui tindak lanjut HA tidak lebih dari 50%, peran PPATK dalam memantau pelaksanaan Tax Amnesty, hingga teroris yang memasuki jalur Fintech sebagai sarana melancarkan aksi pendanaannya. Masukan juga muncul mengenai dibentuknya forum PPATK dengan insan media, agar setiap informasi teraktual dari PPATK bisa segera dikabarkan pada publik.

"Apa yang dikerjakan PPATK dengan berbagai informasinya bernilai begitu besar di mata kami," ujar Elvis dari Beritasatu.

Menjawab berbagai pertanyaan dan masukan yang disampaikan, Kepala PPATK beserta jajaran menjawab keseluruhannya dan menanggapi dengan terbuka. Pembentukan forum dengan awak media juga menjadi concern dan akan segera dibentuk.

"PPATK sangat terbuka. Saat ada keluangan waktu, saya sendiri akan menjawab semua pertanyaan dan pasti akan menyampaikan informasi yang tidak bersifat rahasia bila diminta. Humas PPATK juga selalu siap menampung aspirasi dan pertanyaan kapanpun dibutuhkan. Tidak perlu khawatir bahwa akses ke PPATK itu sulit." ujarnya.

Awak media yang hadir dalam kegiatan diskusi ini antara lain berasal dari Sindo Trijaya FM, Suara Pembaruan, Elshinta, TV One, Liputan6.com, Tribunnews, NET TV, Berita Satu, Antara, Viva.co.id, Beritagar.id, Metro TV, TVRI, Hukumonline.com, Detik.com, CNN Indonesia, Kantor Berita Radio (KBR), Kumparan, Gatra, Tempo, The Jakarta Post, MNC, Kompas.com, Koran Sindo, Media Indonesia, dan Bisnis Indonesia. (TA)

Tags : Kepala PPATK, PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin, media massa, media
 
0 KOMENTAR
Periksa keamanan
Masukan tulisan dibawah ini
Tidak terbaca? muat ulang
500 Karakter yang tersisa