30 Agustus 2019, 09:55 WIB | Telah dibaca : 103 kali
PPATK Terima Kunjungan Kehormatan Anggota DPR AS & Duta Besar AS Untuk Indonesia

JAKARTA – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin dan Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae beserta jajaran menerima kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (Congressman), Stephen Lynch, yang sekaligus menjabat Chairman of the National Security Subcommittee in the US House of Representatives Oversight and Reform Committee, Kamis (29/8/2019). Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. turut hadir dalam kegiatan kunjungan ini. Adanya kunjungan kehormatan ini merupakan bentuk kunjungan kerja, berbagi pengalaman, serta diskusi terkait dengan program pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan tindak pidana pendanaan terorisme (TPPT).

Kepala PPATK memperkenalkan profil PPATK sebagai lembaga intelijen keuangan Indonesia disertai dengan program-program prioritas yang saat ini sedang berjalan. Salah satu program prioritas PPATK saat ini adalah peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia yang terkait dengan tugas mencegah dan memberantas TPPU dan TPPT, baik SDM di internal PPATK, Lembaga Penegak Hukum, maupun Pihak Pelapor. 

“PPATK telah mengoperasikan Indonesian Financial Intelligence Institute (IFII) yang berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme. IFII menjadi rujukan diklat APUPPT untuk kawasan Asia Tenggara,” kata Kepala PPATK.

Wakil Kepala PPATK menambahkan bahwa saat ini PPATK sedang membangun pilot project pengembangan aplikasi pertukaran informasi tentang pendanaan terorisme yang dinamai Information Sharing Platform on Terrorist Financing (ISP-TF). ISP-TF akan menjadi aplikasi pertama di kawasan regional yang menjadi sarana pertukaran informasi intelijen guna mendisrupsi pendanaan terorisme dan kegiatan teror di kawasan regional.

“ISP-TF akan disahkan pada gelaran the 5th Counter-Terrorist Financing Summit (CTF Summit) di Manila, Filipina, November nanti,” pungkas Wakil Kepala PPATK.

Stephen Lynch mengapresiasi atas program dan capaian PPATK selama ini. Ia juga memuji kiprah PPATK yang makin aktif dalam penguatan rezim APUPPT di kawasan regional maupun internasional. Stephen Lynch juga memberikan coin congress kepada Kepala PPATK sebagai bentuk penghargaan atas komitmen, upaya, dan kerja sama yang telah PPATK lakukan.

“Selamat atas keberhasilan melalui proses Mutual Evaluation lalu dengan baik, dan semoga hasil baik juga menyertai proses Mutual Evaluation tahun ini,” ucap Lynch.

Seperti diketahui, Indonesia kembali menghadapi proses Mutual Evaluation Review, yang merupakan penilaian kepatuhan Indonesia terhadap standar internasional anti-pencucian uang. Standar internasional yang dikenal dengan FATF Recommendation ini menjadi salah satu prasyarat agar Indonesia dapat diterima sebagai bagian dari anggota Financial Action Task Force on Money Laundering.

Kepala PPATK menyambut baik kunjungan ini, dan berharap Amerika Serikat terus mendukung Indonesia dalam meningkatkan komitmen kerja sama di bidang APUPPT serta dalam proses Indonesia menjadi anggota FATF. (TA/ABW)

Tags : Duta Besar AS, PPATK, Embassy of USA, America, Money Laundering
 
0 KOMENTAR
Periksa keamanan
Masukan tulisan dibawah ini
Tidak terbaca? muat ulang
500 Karakter yang tersisa