29 Agustus 2019, 09:20 WIB | Telah dibaca : 25 kali
Ketahanan Informasi Harus Kuat Untuk Hadang Informasi Hoax

Ketahanan informasi di tanah air saat in tengah bergejolak  seiring berkembangnya teknologi, masyarakat bisa dengan mudah dan cepat mendapat informasi. Namun, derasnya arus informasi tentu harus dibarengi dengan kesiapan seseorang dalam menyikapinya, bagaimana seseorang memiliki ketahanan informasi yang baik sehingga tidak diterpa badai hoax dan menimbulkan perpecahan antar sesama manusia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Brigjen TNI Budi Pramono saat presentasi dalam Forum Tematik Bakohumas di Tangerang, Rabu, 28 Agustus 2019.

‘’Saat ini masyarakat mudah sekali menerima informasi yang berupa hoax lalu menyebarkannya,’’ Kata Budi. 
Menurutnya saat ini ada tiga pilar penting yang harus dimiliki demi ketahanan informasi yaitu infrastruktur yang mumpuni, suprastruktur, dan sumber daya manusia yang unggul. ‘’ Jika ketahanan informasi di tanah air kuat maka ketahanan nasional pun kuat sehingga masyarakat tidak terpecah belah dan sadar dalam memilah informasi yg benar,’’ kata Budi.
Budi menegaskan  masyarakat harus bersatu  sehingga dapat menangkis informasi yang tidak benar dari sector manapun . ‘’Kalau masyarakat sudah kuat  dan tidak mudah terpecah belah akibat informasi yang tidak benar  maka kita siap menghadapi perang modern di era globalisasi saat ini,’’ ujar Budi. 
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerjasama dengan Dewan Visual Forensic terhadap media consumption  secara nasional berubah tajam  di tahun 2009 radio menempati 23, 5 persen dan tv sebesar 90,2 persen, di tahun 2012 radio (18 persen) , tv  (91 persen)  dan internat 14,7 persen. Sementara di tahun  2019 radio makin menurun sebesar 12,7 persen, tv  93, 2 persen dan pengguna internet 40 persen. (rtp)

Tags : hoax, ketahanan informasi, Brigjen TNI Budi Pramono, Bakohumas
 
0 KOMENTAR
Periksa keamanan
Masukan tulisan dibawah ini
Tidak terbaca? muat ulang
500 Karakter yang tersisa