31 Mei 2019, 09:08 WIB
Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik

JAKARTA - Dalam rangka mengurangi penggunaan sampah plastik di Indonesia, momen menjelang Hari Raya Idul FItri menjadi pilihan bagi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) untuk mengkampanyekan gerakan “Mudik Asik Tanpa Plastik”. Hal ini bukan karena tanpa dasar karena sesuai dengan hasil riset komposisi sampah nasional 2015, sampah plastik menduduki peringkat kedua terbanyak.

Sekretaris Jenderal Kementerian LHK, Bambang Hendroyono dalam sambutan secara tertulis menjelaskan bahwa komposisi sampah plastik di Indonesia saat ini sekitar 15% dari total timbulan sampah, terutama di daerah perkotaan. Komposisi sampah plastik menunjukan trend meningkat dalam 10 tahun terakhir ini, dari 11% di tahun 2005 menjadi 15% di tahun 2015.

Sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan  makanan dan minuman,  kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya. Pada kesempatan ini mengharapkan partisipasi dari para insan Humas Pemerintah Kementerian dan Lembaga yang tergabung dalam Forum Bakohumas untuk ikut berpartisipasi dalam rangka mengurangi penggunaan plastik dan memberikan penyadaran kepada masyarakat akan dampak buruk dari penggunaan sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik, khususnya selama mudik lebaran tahun 2019 dan di setiap event-event kegiatan Kementerian/Lembaga.

Kampanye ini juga mendapat dukungan dari Forum Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) Kementerian / Lembaga di lingkungan pemerintahan. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Bakohumas dalam sambutannya pada Forum Tematik Bakohumas Mudik Asik Tanpa Plastik, Rosarita Niken Widiastuti, Kampanye “Mudik Asik Tanpa Plastik” diharapkan mampu meredam pengunaan plastik dan penumpukan limbah plastik yang diprediksi akan mengalami peningkatan jelang mudik lebaran. (MNK) (MT)

Tags : Bakohumas, PPATK, Humas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kampanye