24 Juli 2018, 13:40 WIB | Telah dibaca : 170 kali
Ribuan Transaksi Mencurigakan Ditemukan PPATK di Jawa Timur

Para Pembicara Pelatihan Petugas Survei Daerah Penyusunan Indeks Persepsi Publik Anti-Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Foto: Detik)

 

Surabaya - Tahun ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 1.926 Laporan Keuangan Transaksi Mencurigakan (LKTM) di Jawa Timur. Nilai transaksi dari ribuan laporan tersebut juga cukup fantastis, yaitu mencapai Rp 357 miliar.

"Untuk tahun 2018 ada 1.926 LTKM. Nominalnya transaksi tertinggi mencapai Rp 357 miliar," ungkap Direktur Kerjasama dan Humas PPATK Muhammad Salman saat jumpa wartawan di Hotel Grand Surabaya, Senin (23/7/2018).

Jatim sendiri menempati urutan ketiga secara nasional terkait wilayah dengan LKTM terbanyak setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat dalam kurun 8 tahun terakhir. Total terdapat 25.370 transaksi mencurigakan dalam kurun waktu tersebut, dengan nilai transaksi mencapai Rp 394 triliun.

"Jatim mencurigakan dari tahun 2010-2018 sebanyak 25.370 transaksi yang berjumlah Rp 394 triliun," ujar Salman.

Namun saat ditanya apakah dalam laporan tersebut ada pejabat pemerintahan yang terlibat, Salman enggan menyebut secara rinci. Hanya saja ia menyebut ada 287 pegawai BUMD yang tersangkut dalam laporan-laporan tersebut. Sedangkan di ranah eksekutif dan legislatif jumlahnya mencapai 353 laporan. 

Salman juga mengungkapkan pihak-pihak yang melaporkan adanya transaksi mencurigakan ini. Kebanyakan dari perbankan, asuransi, properti hingga money changer.
"Mayoritas yang melaporkan perbankan, asuransi, properti, kendaraan bermotor dan money changer. Pengusaha, pengusaha swasta dan pedagang juga ada," tambahnya.

Kendati demikian, Salman menekankan jika hal itu baru sebatas laporan, bukan tindak pidana karena belum diputuskan.

"Itu laporan, bukan tindak pidana. Ujungnya hasil analisis baru bisa diputuskan tindakan atau tidak," tandasnya. 

 

Sumber: Detik

Tags : transaksi keuangan mencurigakan, PPATK, Jawa Timur
 
0 KOMENTAR
Periksa keamanan
Masukan tulisan dibawah ini
Tidak terbaca? muat ulang
500 Karakter yang tersisa