02 Maret 2017, 12:13 WIB | Telah dibaca : 477 kali
Korupsi Masih Menjadi Persoalan Utama

BANDUNG -- Lebih dari 150 Hasil Analisis (HA) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang disampaikan kepada penyidik di tahun 2016 terkait dugaan tindak pidana korupsi. Persentase korupsi sebagai tindak pidana asal pada Hasil Analisis PPATK menyentuh angka 51%, jauh melampaui tindak pidana perpajakan dengan persentase 14% dan penipuan dengan 13%. Paparan ini disampaikan oleh Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae dalam Rakernis Propam Polri Tahun 2017 di Bandung.

"Solusi efektif atasi korupsi adalah menggunakan pendekatan follow the money. Dengan pendekatan ini, pelaku tidak hanya ditangkap dan diproses perkaranya, tetapi juga dapat menelusuri aliran dana dan lokasi keberadaan harta. Dengan penggunaan pasal di Undang-undang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, terdakwa juga wajib membuktikan bahwa harta kekayaannya bukan merupakan hasil tindak pidana," katanya.

Dalam kesempatan ini Wakil Kepala PPATK juga menyampaikan masih kurangnya feedback yang disampaikan aparat penegak hukum atas HA PPATK. Dari total 185 HA yang disampaikan kepada Polri sepanjang tahun 2016, feedback yang diterima PPATK baru sebanyak 76. Wakil Kepala PPATK ke depan mengajak jajaran penegak hukum dari Polri agar feedback dari pemanfaatan produk PPATK dapat semakin ditingkatkan.

Rakernis Propam Polri tahun 2017 dihadiri oleh seluruh jabatan struktural pada Divisi Propam dari perwira tinggi dan menengah. Tema yang diangkat adalah "Mewujudkan Postur Propam yang Promoter sebagai Garda Terdepan Penjaga Citra Polri dan Benteng Terakhir Pencari Keadilan". Selain Wakil Kepala PPATK, turut hadir memberi pembekalan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Idham Aziz, Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Dodik Wijanarko, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo. (MFBS/TA)

Tags : korupsi
 
0 KOMENTAR
Periksa keamanan
Masukan tulisan dibawah ini
Tidak terbaca? muat ulang
500 Karakter yang tersisa