27 Februari 2020, 15:57 WIB | Telah dibaca : 482 kali
Serukan Upaya Gabung FATF, PPATK Jalin Sinergi dengan Insan Media

DEPOK – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggelar kegiatan Media Gathering, Kamis – Jumat, 27 – 28 Februari 2020. Kegiatan dilaksanakan di Indonesian Financial Intelligence Institute (IFII) dan dibuka langsung oleh Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin. Turut hadir Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae, Deputi Bidang Pencegahan Muhammad Sigit, Direktur Kerja Sama dan Humas Muhammad Salman, dan Kepala IFII Akhyar Effendi. Topik strategis yang diangkat dalam kegiatan ini adalah upaya Indonesia menjadi anggota organisasi internasional anti-pencucian uang yaitu FATF (Financial Action Task Force on Money Laundering / FATF).

“Upaya ini tidak hanya menjadi tugas PPATK, melainkan kerja bersama seluruh pihak terkait, terutama yang tergabung dalam Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” kata pria yang akrab disapa dengan Pak Badar ini.

Kepala PPATK menjelaskan bahwa upaya ini telah dimulai sejak 2017, dalam bentuk penyampaian surat komitmen pemerintah RI untuk bergabung dengan FATF. Setelahnya, FATF menyampaikan persetujuan dan dilanjutkan dengan adanya high level visit antara Presiden FATF dengan seluruh Kementerian/Lembaga terkait. Lebih lanjut, FATF kemudian menetapkan status Indonesia sebagai Observer pada tahun 2018 lalu.

“Proses berikutnya yang sangat krusial adalah, kita harus melalui proses Mutual Evaluation Review (MER) berupa penilaian kepatuhan Indonesia terhadap standar internasional anti-pencucian uang yang ditetapkan dalam Rekomendasi FATF,” lanjut Kepala PPATK.

Tahapan proses MER diawali dengan FATF Pre-Assessment Country Training, yaitu pertemuan semua K/L pemangku kepentingan anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APUPPT) dengan Sekretariat FATF yang dilaksanakan pada Agustus 2019 lalu. Setelahnya disampaikan penyampaian dokumen kepatuhan teknis dan penilaian efektivitas APUPPT Indonesia kepada Sekretariat FATF, yang telah dikirim pada periode September hingga November 2019. Selanjutnya, FATF akan menindaklanjuti dan sekaligus melaksanakan on-site visit ke Indonesia yang direncanakan pada Maret 2020.

“Fase terakhir akan dilaksanakan pada Agustus 2020 dalam bentuk face to face meeting dengan asesor FATF. Selanjutkan hasil MER akan ditetapkan pada FATF Plenary Meeting yang dilaksanakan pada Oktober 2020,” urai mantan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan ini.

Kepala PPATK kembali menekankan bahwa keberhasilan menjadi anggota FATF menuntut kerja ekstra keras dari seluruh pihak, bahkan dukungan penuh dari segenap komponen bangsa, termasuk kalangan pers. Menjadi anggota FATF akan bernilai strategis sebagai bentuk pengakuan dunia internasional terhadap integritas sistem keuangan RI, sekaligus diharapkan mendorong Indonesia yang terus berproses memajukan perekonomiannya.

“Semoga upaya kita ini tercatat sebagai amal baik kita, bukti konkret dalam memajukan bangsa yang kita cintai,” tutup Kepala PPATK. (TA)

Image:Vanni Mulyadi

Tags : ppatk, fatf, APUPPT, pencucian uang
 
0 KOMENTAR
Periksa keamanan
Masukan tulisan dibawah ini
Tidak terbaca? muat ulang
500 Karakter yang tersisa